Jakarta (ANTARA) -
Saham Roblox Corporation (RBLX) tercatat mengalami penurunan sekitar 15 persen pada perdagangan 1 Mei, seiring dengan penyesuaian proyeksi kinerja tahun penuh 2026 di tengah perubahan dinamika keterlibatan pengguna di platformnya.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama yang dikutip dari laman Baystreet pada Sabtu, perusahaan mencatat adanya pergeseran dalam tingkat aktivitas pengguna.
Roblox menyampaikan bahwa sejumlah penyesuaian kebijakan, termasuk penguatan sistem keamanan dan perlindungan anak, turut memengaruhi pola interaksi serta pemesanan atau bookings yang menjadi salah satu indikator pendapatan.
Sejak awal tahun, Roblox mulai menerapkan pembatasan fitur percakapan daring yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah menyelesaikan verifikasi usia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keamanan, terutama bagi pengguna anak.
Baca juga: Roblox patuh penuh PP Tunas, komitmen atur akses gim untuk anak
Baca juga: Pengamat: Roblox patuh PP Tunas bentuk penghormatan perlindungan anak
Data perusahaan menunjukkan sekitar 73 persen pengguna aktif harian yang telah terverifikasi berusia di bawah 18 tahun, dengan sekitar 35 persen di antaranya berusia di bawah 13 tahun.
Penguatan kebijakan ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu perlindungan anak di ruang digital.
Roblox diketahui tengah menghadapi lebih dari 140 proses hukum di Amerika Serikat yang berkaitan dengan dugaan perlindungan anak, yang turut mendorong perusahaan dan pelaku industri lainnya untuk memperkuat standar keamanan dan tata kelola platform.
Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, Roblox memperkenalkan tipe akun khusus untuk kelompok usia lebih muda serta memperluas fitur kontrol orang tua.
Perusahaan menyampaikan bahwa perubahan ini dapat memengaruhi aktivitas pengguna dalam jangka pendek, seiring dengan proses adaptasi menuju sistem yang lebih aman dan terkelola.
Di Indonesia, penguatan perlindungan anak di ruang digital juga menjadi perhatian melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Kebijakan ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai bagi perkembangan anak.
Baca juga: Pengamat: Roblox dan YouTube harus patuh PP Tunas demi keamanan anak
Sejalan dengan arah tersebut, platform digital, termasuk Roblox, mulai menyesuaikan layanan mereka melalui penerapan verifikasi usia, pengaturan akses fitur, serta peningkatan perlindungan bagi pengguna anak.
Dengan jumlah pengguna anak yang cukup besar di Indonesia, penyesuaian ini diperkirakan memengaruhi pola keterlibatan pengguna, khususnya dalam masa transisi implementasi.
Roblox kini memperkirakan total bookings sepanjang 2026 berada di kisaran 7,33 miliar dolar hingga 7,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya. Penyesuaian ini turut tercermin pada pergerakan harga saham perusahaan.
Meski demikian, kinerja keuangan kuartal pertama masih melampaui ekspektasi analis. Roblox mencatat kerugian sebesar 0,35 dolar per saham, lebih baik dari perkiraan sebelumnya, serta pendapatan sebesar 1,73 miliar dolar yang sedikit di atas estimasi pasar.
Secara umum, berbagai penyesuaian kebijakan yang dilakukan mencerminkan upaya industri digital dalam merespons kebutuhan akan perlindungan anak yang lebih kuat.
Meskipun dapat memengaruhi pola penggunaan dalam jangka pendek, langkah ini diharapkan memberikan dasar yang lebih kokoh bagi terciptanya ruang digital yang aman, sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem digital dalam jangka panjang.
Baca juga: Generasi muda diajak jadi agen perubahan di ruang digital
Baca juga: BNPT: PP Tunas tangkal radikalisme yang incar anak lewat gim
Baca juga: Penuhi PP Tunas, "chat" di gim wajib ditutup untuk pengguna anak
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·