Rodtang Jitmuangnon Hadapi Takeru Segawa di ONE Samurai 1 Tokyo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Petarung Thailand Rodtang Jitmuangnon dijadwalkan bertanding melawan Takeru Segawa dalam perebutan gelar Interim Flyweight Kickboxing World Title di ajang ONE Samurai 1 pada Rabu, 29 April 2026. Pertandingan yang bertempat di Ariake Arena, Tokyo, tersebut direncanakan mulai pukul 12.00 WIB sekaligus menjadi laga terakhir bagi kedua atlet di organisasi ONE Championship dilansir dari koranmanado.co.id.

Duel ini merupakan pertemuan ulang setelah Rodtang mencetak kemenangan KO atas Takeru dalam durasi 80 detik pada Maret 2025 lalu. Rodtang dilaporkan akan meninggalkan organisasi karena masalah kontrak, sementara Takeru memilih pensiun setelah laga ini berakhir menurut informasi asatunews.co.id.

Takeru Segawa yang mengantongi rekor 45 kemenangan berupaya menutup perjalanan kariernya dengan membalas kekalahan sebelumnya. Mantan juara K-1 ini tercatat meraih kemenangan TKO atas Denis Puric pada November lalu sebagaimana dilaporkan bolasport.com.

"Saya ingin mengalahkannya dengan KO untuk mengakhiri karier dengan sempurna. Saya ingin mencetak KO indah dan menunjukkan kepada semua orang bahwa Takeru adalah yang terkuat di dunia," kata Takeru Segawa, petarung kickboxing Jepang.

Takeru juga memandang laga krusial ini sebagai penentu keberlanjutan seri bulanan organisasi tersebut bagi pasar Jepang. Di sisi lain, Rodtang memberikan penghormatan bagi Takeru yang menjadikannya lawan penutup sebelum gantung sarung tinju dilansir dari asatunews.co.id.

"Pertarungan ini adalah yang paling penting, bukan karena sabuk interim, tetapi karena ini adalah pertarungan terakhirnya. Dan dia memilih saya," ujar Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Meski pernah menang telak di pertemuan pertama, Rodtang menegaskan tetap waspada dan merasakan beban besar saat berlaga di level internasional. Atlet berjuluk The Iron Man ini memposisikan dirinya sebagai representasi negara di atas ring menurut asatunews.co.id.

"Tentu saja setiap laga itu penting. Tidak ada pertarungan yang bisa saya jalani dengan santai. Semua ada tekanannya," ujar Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Rodtang menekankan bahwa ambisi untuk tidak terkalahkan selalu menyertai setiap penampilannya. Ia berupaya keras menjaga kepercayaan publik pendukungnya di panggung dunia sesuai laporan bolasport.com.

"Saya bertarung di panggung dunia. Tekanannya jelas besar. Di setiap laga, kami membawa nama Thailand. Kami adalah petarung Thailand. Tidak ada yang ingin kalah. Saya juga tidak ingin dikalahkan siapa pun," kata Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Terkait polemik kegagalan tes timbang badan yang menyebabkannya kehilangan gelar pada November 2024, Rodtang memilih untuk bersikap terbuka dan tidak lari dari kritik. Ia menilai kesalahan tersebut merupakan bagian dari proses perbaikan diri.

"Beberapa orang bilang saya kehilangan sabuk karena kesalahan sendiri," kata Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Bintang asal Thailand tersebut meyakini bahwa integritasnya di dalam arena tetap mampu menjatuhkan lawan yang tangguh. Ia menekankan bahwa kesalahan teknis bisa menimpa siapa saja dalam dunia profesional.

"Saya rasa semua orang bisa melakukan kesalahan, di profesi apa pun. Kalau kesalahan itu dari diri sendiri, saya bisa memperbaikinya," tegas Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Rodtang juga merinci kesulitan saat menghadapi prosedur tes hidrasi ketat yang diterapkan oleh pihak penyelenggara. Keseimbangan antara berat badan dan kadar cairan tubuh menjadi tantangan fisik yang signifikan bagi dirinya.

"Dalam pertarungan, saya tidak pernah setengah-setengah. Saya selalu memberikan segalanya. Saya yakin saya cukup serius untuk mengalahkan siapa pun yang dihadapi," tutur Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Meskipun sudah memiliki jam terbang tinggi, regulasi keselamatan atlet di ONE Championship tetap menuntut disiplin ekstra keras. Ia mengakui sempat menemui hambatan teknis saat menjalani proses persiapan berat badan tersebut.

"ONE sangat ketat soal timbang badan dan kadar air dalam tubuh. Hal ini sangat menantang untuk semua petarung, termasuk saya yang sudah berpengalaman," jelas Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Proses menjaga hidrasi sekaligus menurunkan berat badan dipandang Rodtang sebagai fase persiapan yang sangat berat secara fisik. Ia tetap memutuskan untuk menghadapi tantangan tersebut meski berisiko terhadap kondisi tubuhnya.

"Kami harus tetap terhidrasi sambil menurunkan berat badan," jelas Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Rodtang menganggap kegagalan di masa lalu sebagai realita yang harus diterima tanpa perlu disesali secara berlebihan. Ia lebih memilih tetap di kelas terbang daripada naik ke kategori berat yang lebih berisiko menimbulkan cedera.

"Jujur, hal ini sangat sulit. Tetapi semua orang bisa melakukannya. Hanya, suatu hari saya melakukan kesalahan," kata Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Beban fisik selama hampir delapan tahun di kelas yang sama diakui memberikan kelelahan tersendiri bagi tubuhnya. Namun, keputusan untuk bertahan diambil demi menjaga daya saing dan menghindari dampak negatif perpindahan kelas.

"Itu tidak terhindarkan. Saya terima kenyataannya dan terus maju," tegas Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Rodtang optimistis bahwa konsistensi yang ia bangun selama bertahun-tahun akan tetap membawanya pada hasil positif di pertandingan final. Ia bertekad menutup kontraknya dengan performa maksimal.

"Saya sudah bertarung seperti ini selama tujuh atau delapan tahun. Memang melelahkan, tetapi saya tetap ingin melakukannya," tutur Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Sang juara Thailand ini juga berharap penampilannya dapat membangun rasa saling menghormati antara pendukungnya dengan penggemar Takeru di Jepang. Ia menekankan aspek sportivitas dalam olahraga bela diri campuran.

"Kalau saya naik ke kelas yang lebih berat, akan banyak kerugian dan saya bisa lebih mudah cedera," kata Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Mengakhiri pernyataannya, Rodtang menegaskan keinginan untuk meninggalkan kesan positif bagi komunitas bela diri global. Ia berharap pertarungan ini menjadi sarana persahabatan melalui kompetisi yang adil.

"Jadi saya memilih bertahan di kelas ini selama mungkin meski melelahkan. Saya yakin suatu saat akan berhasil di beberapa laga," ujar Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Rodtang ingin warisannya diingat sebagai atlet yang dicintai karena menunjukkan sportivitas, terlepas dari hasil akhir pertandingan. Laga utama ini dapat diakses secara internasional melalui sistem tayangan berbayar.

"Saya ingin dicintai semua orang karena ini olahraga. Ada yang menang, ada yang kalah," ucap Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.

Ekspektasi tinggi diberikan untuk duel penutup ini agar mampu mempererat hubungan antarnegara melalui dunia olahraga. Pertandingan di Tokyo ini sekaligus menandai percepatan ekspansi rutin organisasi ONE Championship di wilayah Jepang.

"Saya ingin dunia, termasuk fans Takeru di Jepang, bisa menghargai saya dan Takeru," pungkas Rodtang Jitmuangnon, petarung Thailand.