Perebutan gelar juara Qatar Stars League (QSL) mencapai puncaknya saat juara bertahan Al Sadd dijadwalkan menjamu Al Shamal di Stadion Jassim Bin Hamad pada Senin, 27 April 2026 pukul 19.30 waktu setempat. Laga pekan terakhir ini menjadi penentu setelah jarak kedua tim kini hanya terpaut dua poin di klasemen sementara.
Al Sadd saat ini memimpin puncak klasemen dengan koleksi 42 poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memperpanjang rekor gelar juara mereka menjadi 19 kali. Di sisi lain, Al Shamal yang berada di posisi kedua berpeluang mencetak sejarah dengan meraih gelar perdana jika berhasil memenangkan pertandingan penentu ini.
Kebangkitan Al Shamal terjadi setelah Komite Disiplin Asosiasi Sepak Bola Qatar mengabulkan protes mereka terkait pelanggaran kelayakan pemain oleh Qatar SC dalam laga 13 April. Keputusan tersebut mengubah kekalahan 0-2 Al Shamal menjadi kemenangan 3-0 dan memberikan tambahan poin krusial untuk mengejar ketertinggalan dari pemuncak klasemen.
Pelatih Al Sadd, Roberto Mancini, menegaskan timnya tidak mengincar hasil imbang meskipun satu poin sudah cukup untuk mengunci trofi. Mancini mengakui tantangan berat yang dihadapi skuadnya setelah keunggulan lima poin di puncak klasemen sebelumnya sempat menyusut.
"Our goal is to win against Al Shamal," kata Roberto Mancini, Pelatih Al Sadd.
Juru taktik asal Italia tersebut menambahkan bahwa kondisi liga saat ini sangat kompetitif dibandingkan saat ia pertama kali mengambil alih kepemimpinan tim. Ia memberikan apresiasi kepada para pemain atas kerja keras mereka membawa klub ke posisi teratas.
"When we took over, we were eight points behind leaders Al Gharafa, and now we are in first place. I think we have done a very good job, thanks to our players," ujar Roberto Mancini, Pelatih Al Sadd.
Di kubu lawan, pelatih David Prats menatap laga ini dengan penuh optimisme meski menyadari reputasi besar lawan yang akan dihadapi. Al Shamal bertekad mewujudkan mimpi meraih Falcon Shield untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
"Our task will certainly be difficult against a prestigious club like Al Sadd," kata David Prats, Pelatih Al Shamal.
Prats menyatakan bahwa dirinya memiliki keyakinan penuh terhadap skuad asuhannya untuk memberikan perlawanan maksimal di markas Al Sadd. Kemenangan akan menjadi penanda sejarah baru bagi klub yang baru saja mendapat kepastian poin tambahan dari sanksi administrasi lawan tersebut.
"We aim to achieve our dream and make history by winning the title for the first time. I have great confidence in the players," ujar David Prats, Pelatih Al Shamal.
Perubahan klasemen ini merujuk pada keputusan resmi Komite Disiplin yang meninjau pelanggaran aturan pergantian pemain asing oleh Qatar SC. Berdasarkan regulasi, tim tidak diperbolehkan mengganti pemain lokal dengan pemain asing jika salah satu pemain asing mereka telah dikartu merah dalam pertandingan tersebut.
"The protest submitted by Al Shamal Club is accepted in form and substance," tulis Komite Disiplin Asosiasi Sepak Bola Qatar.
Otoritas sepak bola setempat juga menjatuhkan sanksi finansial kepada Qatar SC sebagai bagian dari penegakan aturan kompetisi. Pelanggaran tersebut dianggap sah secara hukum setelah melalui peninjauan mendalam terhadap laporan pertandingan.
"Qatar Club lost the match with a score of 3-0, and a financial penalty of (10,000) Qatari riyals only," tulis Komite Disiplin Asosiasi Sepak Bola Qatar.
Selain perebutan gelar juara, QSL juga menggelar sejumlah pertandingan serentak pada pukul 17.15 untuk menentukan posisi empat besar dan zona degradasi. Pelatih Qatar SC, Marquez Lopez, menyatakan timnya tetap fokus mengejar hasil terbaik di laga terakhir melawan Al Duhail untuk memperbaiki posisi mereka.
"We are looking to win, or at least secure a draw to strengthen our position in the standings," kata Marquez Lopez, Pelatih Qatar SC.
Sementara itu, persaingan ketat juga terjadi di papan bawah antara Al Shahania, Umm Salal, dan Al Sailiya untuk menghindari degradasi langsung. Pelatih Al Gharafa, Pedro Martins, memperingatkan timnya untuk tetap waspada saat menghadapi Al Shahania yang sedang berjuang bertahan di divisi utama.
"The match is difficult because Al Shahania won the first leg," kata Pedro Martins, Pelatih Al Gharafa.
Kemenangan menjadi harga mati bagi tim-tim di zona merah untuk menghindari posisi juru kunci yang akan digantikan oleh juara Divisi Dua, Lusail SC. Tim yang finis di peringkat ke-11 masih memiliki kesempatan melalui babak play-off melawan Al Kharaitiyat.
"They must be at their highest level of concentration and fight for the three points, as victory is crucial for them," ujar Pedro Martins, Pelatih Al Gharafa.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·