RSUD Muara Teweh Pastikan 5 Jenazah Belum Dipulangkan, Tunggu Dokter Forensik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO – Direktur RSUD Muara Teweh, dr Hj Wahidah Asurawati, melalui humasnya Amrulah,  menyampaikan saat ini jenazah satu keluarga terdiri dari 5 orang masih berada di kamar jenazah RSUD Muara Teweh.

Jenazah belum bisa dibawa pulang lantaran masih menunggu kedatangan dokter forensik untuk dilakukan autopsi untuk mengungkap fakta.

“Kelima jenazah sedang menunggu proses autopsi dari tim dokter forensik,”katanya, Selasa (21/4/2026).

Diketahui, Tim gabungan Polres Barito Utara berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap lima warga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial FN, LK, dan perempuan berninisial SA. Mereka diamankan di dua lokasi berbeda, yakni satu orang ditangkap di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, sementara dua lainnya diringkus di wilayah Kalteng.

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febyanto mengatakan, para pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Barito Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Ketiga pelaku sudah kami amankan. Dua laki-laki dan satu perempuan,” ujar Singgih dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Polisi bergerak cepat setelah peristiwa berdarah yang menewaskan lima orang tersebut menggemparkan masyarakat di kawasan perbatasan dua provinsi.

Selain lima korban meninggal dunia, satu korban lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis, sementara satu orang berhasil selamat setelah melarikan diri saat kejadian berlangsung.

Korban tewas terdiri dari berbagai usia. Di antaranya seorang balita berusia tiga tahun serta seorang remaja berusia 17 tahun.

Saat ini seluruh jenazah korban masih menjalani proses autopsi di RSUD Muara Teweh guna kepentingan penyidikan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 459 KUHP baru tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berat.

Polisi memastikan penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain maupun keterlibatan pihak lain dalam tragedi berdarah tersebut.(kpg)

PROKALTENG.CO – Direktur RSUD Muara Teweh, dr Hj Wahidah Asurawati, melalui humasnya Amrulah,  menyampaikan saat ini jenazah satu keluarga terdiri dari 5 orang masih berada di kamar jenazah RSUD Muara Teweh.

Jenazah belum bisa dibawa pulang lantaran masih menunggu kedatangan dokter forensik untuk dilakukan autopsi untuk mengungkap fakta.

“Kelima jenazah sedang menunggu proses autopsi dari tim dokter forensik,”katanya, Selasa (21/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Diketahui, Tim gabungan Polres Barito Utara berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap lima warga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial FN, LK, dan perempuan berninisial SA. Mereka diamankan di dua lokasi berbeda, yakni satu orang ditangkap di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, sementara dua lainnya diringkus di wilayah Kalteng.

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febyanto mengatakan, para pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Barito Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Ketiga pelaku sudah kami amankan. Dua laki-laki dan satu perempuan,” ujar Singgih dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Polisi bergerak cepat setelah peristiwa berdarah yang menewaskan lima orang tersebut menggemparkan masyarakat di kawasan perbatasan dua provinsi.

Selain lima korban meninggal dunia, satu korban lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis, sementara satu orang berhasil selamat setelah melarikan diri saat kejadian berlangsung.

Korban tewas terdiri dari berbagai usia. Di antaranya seorang balita berusia tiga tahun serta seorang remaja berusia 17 tahun.

Saat ini seluruh jenazah korban masih menjalani proses autopsi di RSUD Muara Teweh guna kepentingan penyidikan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 459 KUHP baru tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berat.

Polisi memastikan penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain maupun keterlibatan pihak lain dalam tragedi berdarah tersebut.(kpg)