Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio meyakini bahwa AS memiliki peluang besar untuk mencapai kesepakatan sementara dengan Iran terkait isu nuklir.
“Ada peluang yang cukup kuat di atas meja terkait kemampuan mereka untuk membuka selat, membuka kembali jalur pelayaran, memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, dan terbatas waktu mengenai masalah nuklir, dan kami berharap dapat mewujudkannya,” kata Rubio seperti dikutip Reuters.
Rubio menegaskan bahwa AS berkomitmen menempuh seluruh jalur diplomatik dengan Iran sebelum mengambil langkah alternatif lainnya.
Menurut dia, Washington akan mencapai “kesepakatan yang baik” dengan Iran atau menangani persoalan tersebut “dengan cara lain.”
Pada Minggu, stasiun televisi Fox News melaporkan bahwa kesepakatan kerangka antara AS dan Iran telah “95 persen tercapai,” meski pembicaraan masih memperdebatkan redaksi terkait Selat Hormuz dan persediaan material nuklir milik Teheran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang pasti.
Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: AS dan Iran sepakat buka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 30 hari
Baca juga: PBB kecewa konferensi perjanjian nuklir gagal menyepakati hasil akhir
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·