Rupiah Melemah Imbas Kebuntuan Perundingan Damai Amerika Serikat dan Iran

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 pagi, yang dipicu oleh jalan buntu dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Mata uang Garuda turun 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia dan penguatan dolar secara global menjadi faktor tambahan yang menekan posisi rupiah di pasar spot. Kondisi geopolitik tersebut memberikan sentimen negatif terhadap aset-aset berisiko di negara berkembang.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa situasi di Timur Tengah memberikan pengaruh langsung terhadap pergerakan pasar uang domestik.

"Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu," ucap Lukman Leong kepada ANTARA.

Ketegangan meningkat setelah Iran menolak proposal perdamaian yang disodorkan oleh Washington. Penolakan ini dilaporkan oleh Sputnik karena Teheran menganggap tuntutan yang diajukan pihak Amerika Serikat sangat berlebihan dan tidak dapat diterima.

Sikap keras tersebut dikonfirmasi oleh tanggapan resmi pemimpin tertinggi di Amerika Serikat terkait kelanjutan proses negosiasi tersebut.

"Tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima," tutur Donald Trump, Presiden AS.

Kantor berita ISNA melaporkan bahwa fokus respons Iran sebenarnya tertuju pada pengakhiran perang dan jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz serta Teluk Persia. Namun, Press TV menyebutkan Iran juga menuntut kompensasi kerugian perang dari pihak Amerika Serikat.

Laporan dari kantor berita Tasnim pada Minggu (11/5) merinci bahwa proposal negosiasi lanjutan dari Iran mencakup poin-poin krusial seperti pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh. Selain itu, Iran menginginkan kendali penuh atas Selat Hormuz dan pencairan aset mereka yang dibekukan di luar negeri.

Dari sisi domestik, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh penantian investor terhadap data survei kepercayaan konsumen. Indeks tersebut diprediksi akan mengalami penurunan dari level 122,9 menjadi 122, yang memberikan tekanan tambahan pada pergerakan nilai tukar hari ini.