Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi lebih dari 1 persen hingga ditutup pada level 6.890,272 pada akhir perdagangan sesi pertama, Senin (11/5/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh pergerakan saham bank berkapitalisasi besar yang kompak berada di zona merah.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa indeks saham domestik tersebut melemah sebesar 1,14 persen. Tekanan jual terhadap sejumlah saham unggulan dengan bobot besar menjadi penyebab utama laju indeks tertahan di area negatif sebagaimana dilansir dari Money.
Sektor perbankan mencatatkan pelemahan signifikan yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan penurunan 7,99 persen ke level Rp 4.260 hingga siang hari. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melemah 1,53 persen ke harga Rp 3.210 per saham.
Kondisi serupa dialami PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terkoreksi 1,30 persen menuju posisi Rp 3.810. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan terbatas sebesar 0,81 persen di level Rp 6.125 setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Selain sektor perbankan, tekanan indeks juga berasal dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot 8 persen. Emiten lain seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 5,1 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 5 persen.
Secara sektoral, penurunan terdalam tercatat pada sektor transportasi dan energi yang menambah beban pergerakan indeks sepanjang sesi pertama. Hanya terdapat dua indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau di tengah aksi jual pasar.
Pelemahan IHSG ini tercatat lebih dalam dibandingkan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang bergerak variatif. Meski bursa utama Asia lainnya cenderung melemah terbatas, bursa Shanghai justru terpantau menguat dengan kenaikan hampir 1 persen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·