Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS pada 13 April 2026, Dipicu Ketidakpastian Global

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada Senin (13/4/2026). Rupiah tertekan oleh faktor eksternal dan kondisi domestik, sehingga kesulitan menguat kembali ke level Rp16.000-an per dolar AS sejak awal April. Dilansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan kali ini mencapai 0,03% menjadi Rp17.103/US$.

Pelemahan rupiah pada sesi perdagangan pagi ini, yang mencapai level terendah sepanjang masa di Rp17.137/US$, sebagian besar disebabkan oleh ketegangan geopolitik. Perang antara AS dan Iran menjadi pemicu utama, menciptakan ketidakpastian global yang berdampak pada aset-aset di pasar negara berkembang.

Sentimen negatif di pasar Asia juga turut berkontribusi pada pelemahan rupiah. Gagalnya kesepakatan damai memicu penurunan nilai mata uang di kawasan tersebut, kecuali yuan China. Mata uang peso Filipina menjadi yang paling tertekan, diikuti oleh won Korea Selatan, baht Thailand, rupee India, rupiah, yen Jepang, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia. Sementara itu, dolar Hong Kong dan Singapura mengalami pelemahan yang lebih terbatas.

Situasi semakin diperburuk oleh ancaman Presiden AS untuk memblokade Selat Hormuz. Langkah ini dapat menghambat distribusi minyak, yang sebelumnya sempat diizinkan melintas saat gencatan senjata. Ancaman tersebut menyebabkan harga minyak mentah Brent naik 6,42% menjadi US$101,3 per barel, sementara WTI naik 6,83% menjadi US$103,17 per barel. Kenaikan harga minyak kemudian mendorong indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama sebesar 0,28% ke level 98,92.

Kondisi ini diperparah dengan pernyataan Michael Wan, analis valas MUFG, yang menyebutkan bahwa konflik yang lebih panjang kemungkinan terjadi akibat blokade tersebut. Ia mengatakan, "Bisa jadi sulit bagi Iran untuk kembali mempercayai pemerintahan Trump secara berkelanjutan setelah blokade ini".

Kenaikan harga minyak juga turut memicu pelemahan di sebagian saham Asia. Menurut data realtime Bloomberg pada pukul 14:20 WIB, Indeks Hang Seng tergerus 1,06%, indeks Topix melemah 0,45%, indeks KOSPI melemah 0,86%, NIKKEI 225 melemah 0,74%, sementara KOSDAQ dan IHSG justru menguat masing-masing 0,57% dan 0,79%.