Rusia dan Ukraina saling tuduh langgar gencatan senjata 3 hari

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Moskow/Kiev (ANTARA) - Rusia dan Ukraina, pada Minggu, saling tuduh melanggar gencatan senjata tiga hari yang telah diumumkan.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah melakukan 16.071 pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata dalam 24 jam terakhir.

Pasukan Rusia menanggapi pelanggaran gencatan senjata tersebut dengan melancarkan serangan balasan terhadap sistem roket peluncur ganda, artileri, dan posisi mortir, serta pos komando dan lokasi peluncuran drone, menurut kementerian itu.

Pada Sabtu (9/5), pihak kementerian juga melaporkan 8.970 pelanggaran gencatan senjata di berbagai wilayah.

Otoritas Ukraina pada Minggu mengungkapkan bahwa sedikitnya satu orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Rusia di berbagai wilayah Ukraina meski gencatan senjata sedang berlangsung.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Rusia menyerang posisi Ukraina sebanyak 60 kali pada Minggu.

Rusia dan Ukraina pada Jumat (8/5) menyepakati gencatan senjata yang berlaku selama tiga hari dari Sabtu hingga Senin (11/5) selama perayaan Hari Kemenangan (Victory Day).

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.