Otoritas Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran 205 tawanan perang serta proses repatriasi ratusan jenazah tentara pada Sabtu, 16 Mei 2026. Langkah kemanusiaan ini berhasil terlaksana di bawah mediasi internasional setelah upaya gencatan senjata sementara sempat gagal mencapai kesepakatan akhir.
Proses pengembalian jasad dilakukan melalui Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang. Badan tersebut mengonfirmasi penyerahan 528 jenazah yang diidentifikasi sebagai personel militer Kyiv dari pihak Rusia.
"As a result of the repatriation efforts, the bodies of 528 people have been returned to Ukraine; according to the Russian side, they may be Ukrainian servicemen," kata pusat tawanan perang Ukraina.
Tim penyidik bersama ahli forensik langsung dipersiapkan oleh penegak hukum setempat untuk memeriksa kondisi fisik seluruh jasad. Langkah ini diambil guna memastikan validitas identitas dari setiap korban yang diterima.
"The investigators and experts will take all necessary measures to identify the repatriated bodies," kata pusat tersebut.
Agenda pemulangan ini bergulir sehari setelah kedua negara menyelesaikan pertukaran tawanan perang dengan jumlah berimbang. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa personelnya yang dibebaskan kini berada di Belarus untuk mendapatkan perawatan medis.
"A total of 205 Russian servicemen were returned from territory controlled by the Kyiv regime on May 15. In exchange, 205 Ukrainian prisoners of war were handed over. The Russian servicemen are currently in Belarus, receiving the necessary medical and psychological assistance," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia dikutip dari TASS.
Pemulangan ratusan personel militer ini juga dipublikasikan oleh pihak Kyiv melalui saluran komunikasi resmi pemerintah. Agenda kemanusiaan ini disebut sebagai bagian dari kesepakatan masa jeda pertempuran yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.
"pertukaran tahanan pada hari Jumat tersebut menandai fase pertama dari pertukaran yang diumumkan by Trump," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Zelensky merinci bahwa prajurit yang kembali ke tanah air berasal dari berbagai kedudukan dan kesatuan militer. Komposisi personel mencakup anggota Angkatan Bersenjata, Garda Nasional, hingga Dinas Penjaga Perbatasan Negara.
"Hari ini, para prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina, Garda Nasional, dan Dinas Penjaga Perbatasan Negara kembali dari penahanan Rusia," kata Presiden Zelensky.
Pembebasan kali ini direncanakan menjadi pembuka dari target rekonsiliasi yang lebih besar di masa mendatang. Pemerintah Ukraina menargetkan ribuan personel lain dapat segera dipulangkan melalui koridor diplomatik sekutu.
"Ini adalah tahap pertama dari pertukaran 1.000 banding 1.000. Di antara mereka yang dibebaskan adalah prajurit, sersan, dan perwira." lanjutnya.
Zelensky juga menegaskan komitmen otoritas Kyiv untuk terus mengupayakan pembebasan seluruh warga negara yang masih ditahan. Apresiasi tinggi disampaikan kepada negara-negara mitra yang bertindak sebagai fasilitator.
"Saya berterima kasih kepada semua mitra yang membantu membebaskan warga Ukraina dari penahanan. Kami akan terus berjuang untuk setiap orang yang masih berada dalam penahanan," tandasnya.
Berdasarkan data historis yang dilansir dari harianjogja.com melalui laporan kantor berita TASS, Rusia menyerahkan 526 jenazah dan menerima 41 jenazah pada Jumat, 15 Mei 2026, meski belum ada konfirmasi resmi pemerintah Rusia mengenai angka itu. Hingga kini, Uni Emirat Arab mencatat telah memediasi 7.101 tawanan perang dalam 23 putaran, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia mendata lebih dari 12.000 jenazah telah dikembalikan ke Ukraina sejak Juni 2025.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·