Moskow (ANTARA) - Rusia telah menguji teknologi baru yang memungkinkan penggunaan terkoordinasi dari beberapa drone serbu, kata perusahaan teknologi milik negara Rusia, Rostec, pada hari Selasa.
Dengan sistem ini, drone-drone berbasis model Supercam dapat saling bertukar informasi target secara otomatis, setelah sistem transmisi data drone-drone tersebut dimutakhirkan (upgrade).
Menurut Rostec, kompleks baru ini telah merampungkan pengujian awal di lapangan latihan, di mana drone-drone tersebut berhasil menghantam beberapa target.
Selama pengujian, sekelompok drone melakukan patroli di sebuah area dalam mode pencarian. Drone pertama mendeteksi sebuah target dan membagikan data tersebut kepada drone lainnya. Setelah dikonfirmasi oleh operator manusia, target tersebut kemudian dihantam secara berbarengan oleh kelompok drone itu.
Rostec menyatakan bahwa dengan teknologi ini, seorang operator dapat mengendalikan hingga 10 amunisi jelajah (loitering munition), dengan dukungan sistem pada drone yang mampu mengidentifikasi target dan menetapkan peran-peran serangan.
Rostec juga menambahkan bahwa teknologi ini akan menjalani pengujian lebih lanjut, dan diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas serangan terhadap target-target yang rumit.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·