Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S\&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi stabil. Penilaian ini diberikan usai pertemuan di Washington D.C. pada Kamis (17/4/2026) yang mengonfirmasi bahwa performa ekonomi nasional tetap solid di tengah tekanan global.
Hasil diskusi tersebut menunjukkan tidak adanya perubahan prospek ekonomi dalam waktu dekat sebagaimana dilansir dari Kompas. Purbaya mengungkapkan bahwa pihak S\&P menilai fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menjaga stabilitas peringkat kredit tersebut selama dua tahun ke depan.
"(Hanya) mungkin 15 menit diskusi, mereka tidak berubah, outlook stabil katanya. Saya mukanya kan agak kaget, dia begini, ‘Oh, kenapa kamu kaget? Kamu kira turun ya?’ Saya bilang tidak, memang seperti itu karena fondasi kita bagus," tutur Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan menambahkan bahwa pihak lembaga pemeringkat menyetujui analisis pemerintah terkait ketahanan ekonomi domestik. S\&P memberikan perhatian pada variabel-variabel tertentu namun secara kolektif masih memberikan predikat baik bagi Indonesia.
"Mereka setuju dengan pandangan kita. Jadi, dalam waktu dekat kita masih outlook-nya stabil. S\&P bilang performa kita masih bagus walaupun ada concern sana-sini, tapi secara umum masih baik sehingga outlook-nya stabil," sambung Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kepastian mengenai keamanan peringkat kredit Triple B ini diproyeksikan akan bertahan dalam jangka menengah. Hal ini menjadi indikator positif bagi kepercayaan investor terhadap iklim investasi di tanah air.
"Dan mereka bilang, mungkin mereka pikir saya tidak mengerti, dia tanya begini, ‘Tahu tidak itu apa artinya?’ ‘Tidak tahu, apa artinya?,’ saya tanya. Ya, mereka bilang artinya sampai dua tahun ke depan kira-kira peringkat kamu aman. Arti yang Triple B itu aman sampai dua tahun ke depan," terang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Meski prospek saat ini dinyatakan stabil, pihak S\&P tetap menjadwalkan evaluasi rutin untuk memantau perkembangan indikator makroekonomi Indonesia. Pemerintah terus memantau dinamika eksternal yang berpotensi memengaruhi penilaian tersebut.
"Yang jelas dalam waktu dekat tidak ada perubahan. Juni nanti dia akan double check lagi apakah kita masih sesuai dengan harapan mereka," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Selain pembahasan dengan S\&P, Purbaya menyampaikan adanya koreksi dari Bank Dunia terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya. Ekonom dari lembaga tersebut menyampaikan permohonan maaf karena sempat menurunkan outlook ke angka 4,7 persen secara terburu-buru.
"Saya bertemu itu, yang memprediksi itu, dia minta maaf. Katanya kecepatan menurunkannya atau tidak terlalu tepat begitu. Saya tidak tahu. Dia minta maaf, ya. Minta maaf. ‘I’m sorry. I’m sorry,’" kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah menyatakan tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan melampaui angka-angka pesimistis yang dikeluarkan lembaga internasional. Kepercayaan diri ini didasarkan pada kuatnya permintaan domestik yang menjadi motor penggerak utama.
"Tapi saya bilang, yang penting adalah, ya sudah tidak usah diubah. Tapi yang penting ke depan, saya akan buktikan kamu salah karena fondasi ekonomi kita bagus dan kita akan tumbuh lebih cepat dari 4,8 persen," tutur Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Terdapat catatan mengenai proses internal di Bank Dunia terkait publikasi proyeksi ekonomi yang memicu sentimen negatif beberapa waktu lalu. Purbaya menyebutkan adanya miskomunikasi internal dalam birokrasi lembaga tersebut saat merilis laporan.
"Dia tertawa saja itu, yang memprediksi itu, ya ekonom ya, bilang, ‘Ya sudah, saya juga itu kejadian,’ katanya. Tapi saya pikir, ah enak saja, dia sudah membuat sentimen negatif ke kita kan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya menekankan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah saat ini difokuskan untuk meredam gejolak eksternal. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di jalur yang direncanakan.
"Tapi yang jelas, dia bilang itu di-publish tanpa laporan ke bosnya dahulu, bosnya dia yang di Indonesia ya," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·