Indeks S\&P 500 ditutup mendekati rekor tertinggi pada Selasa (14/4/2026) setelah para investor merespons positif potensi kelanjutan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada penurunan harga minyak global.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks acuan tersebut menguat sebesar 1,2 persen sekaligus memulihkan kerugian akibat ketegangan konflik sebelumnya. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 yang didominasi sektor teknologi melonjak 1,8 persen dan mencatatkan rekor kenaikan selama sepuluh hari berturut-turut.
Penguatan pasar modal ini terjadi di tengah upaya diplomatik kedua negara untuk mengatur putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari mendatang. Upaya ini dilakukan sebelum masa gencatan senjata berakhir pada pekan depan guna mengatasi kebuntuan di Selat Hormuz.
"Ini bukan tentang apakah ada kemajuan dalam pembicaraan damai, melainkan apakah kita secara wajar bisa berharap bahwa mungkin akan ada kemajuan dalam pembicaraan damai," kata Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers LLC.
Harga minyak mentah Brent merosot sekitar 4 persen hingga mendekati angka 95 dolar AS per barel. Penurunan ini didorong oleh proyeksi Badan Energi Internasional yang memperkirakan terhentinya pertumbuhan permintaan minyak global akibat konflik yang terjadi.
Laporan kinerja keuangan perusahaan pada kuartal pertama 2026 turut memengaruhi pergerakan pasar. Saham JPMorgan Chase & Co. mengalami penurunan, sedangkan Citigroup Inc. mencatatkan kenaikan setelah melaporkan tingkat pengembalian ekuitas tertinggi dalam lima tahun terakhir.
BlackRock Inc. melaporkan arus masuk dana bersih sebesar 130 miliar dolar AS sepanjang kuartal pertama tahun ini meskipun kondisi pasar sedang volatil. Di sisi lain, harga grosir di Amerika Serikat pada Maret 2026 tercatat naik 0,5 persen, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 1,1 persen.
Indeks harga produsen inti yang tidak menyertakan sektor makanan dan energi hanya mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen. Data ini memberikan sentimen positif bagi investor mengenai ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan rantai pasok dan kenaikan biaya energi.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·