Saham DSSA Longsor 8,02 Persen saat BEI Pantau Aktivitas Transaksi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merosot tajam sebesar 8,02 persen ke posisi Rp1.205 pada sesi I perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Penurunan ini terjadi saat Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat pengawasan terhadap emiten Grup Sinar Mas tersebut akibat pola transaksi yang tidak wajar.

Data pasar dari visi.news menunjukkan volume perdagangan mencapai 136,8 juta saham dengan nilai transaksi Rp167,62 miliar melalui 13.919 kali frekuensi. Meskipun harga terkoreksi, tercatat adanya aksi beli bersih (net buy) senilai Rp65,8 miliar melalui aplikasi Stockbit Sekuritas pada jeda siang tersebut.

Otoritas bursa menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap DSSA sejak Senin, 4 Mei 2026, guna memberikan perlindungan kepada para investor. Langkah ini diambil merespons dinamika pergerakan harga yang dianggap di luar kebiasaan oleh manajemen bursa.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal." tegas manajemen BEI melalui laman resminya sebagaimana dilansir maybanktrade.co.id.

Otoritas pasar modal saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap setiap pergerakan volume dan harga transaksi yang terjadi pada saham tersebut. Pihak bursa menekankan pentingnya transparansi informasi dalam periode pengawasan ini.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini." tulis keterangan resmi BEI.

Tekanan jual pada saham DSSA dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari indeks global. Berdasarkan data BEI dan KSEI, tingkat konsentrasi kepemilikan DSSA mencapai 99,8 persen, menjadikannya salah satu dari sembilan saham yang masuk daftar HSC.

Kinerja saham ini terus menunjukkan tren bearish dengan akumulasi penurunan mencapai 61,25 persen dalam satu bulan terakhir. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan jual dengan potensi pelemahan lanjutan menuju level dukungan teknikal di angka 1.170.