PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan penurunan harga saham terdalam sebesar 38,83 persen sepanjang April 2026, yang memicu otoritas Bursa Efek Indonesia menetapkan status Unusual Market Activity sejak Senin, 4 Mei 2026.
Data dari databoks.katadata.co.id menunjukkan harga saham emiten energi milik Grup Sinar Mas ini ambles dari level Rp2.640 menjadi Rp1.615 per lembar pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026.
Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,30 persen secara bulanan ke level 6.956,80 dengan total nilai transaksi domestik mencapai Rp388,78 triliun pada periode yang sama.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan mengenai masuknya saham DSSA ke dalam kategori radar pengawasan khusus otoritas bursa tersebut.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Yulianto dalam pengumuman resmi yang dilansir dari idnfinancials.com.
Penurunan harga ini menyusul posisi DSSA sebagai emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (High Shareholding Concentration) yang terdeteksi sejak awal April 2026 oleh pihak manajemen bursa.
Meskipun sedang dalam pemantauan intensif, pihak otoritas menegaskan bahwa pemberian status tersebut merupakan bentuk perlindungan bagi para investor dan bukan merupakan vonis terhadap pelanggaran aturan di pasar modal.
"Meskipun demikian, Yulianto menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal," tulis laporan idnfinancials.com dalam keterangannya.
Hingga Senin, 11 Mei 2026, saham DSSA masih mengalami tekanan jual yang signifikan dengan harga terkoreksi 8,02 persen ke posisi Rp1.205 pada sesi pertama perdagangan di bursa saham.
DSSA menduduki posisi pertama dalam daftar 20 emiten dengan penurunan harga terdalam selama periode perdagangan April 2026 di Bursa Efek Indonesia sebagaimana dilaporkan databoks.katadata.co.id.
| 1 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | -38,83% |
| 2 | PT Remala Abadi Tbk (DATA) | -31,56% |
| 3 | PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) | -29,37% |
| 4 | PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) | -29,28% |
| 5 | PT Tunas Alfin Tbk (TALF) | -25,41% |
| 6 | PT MD Entertainment Tbk (FILM) | -22,48% |
| 7 | PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) | -22,15% |
| 8 | PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) | -21,71% |
| 9 | PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) | -21,43% |
| 10 | PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) | -20,95% |
| 11 | PT Penta Valent Tbk (PEVE) | -19,35% |
| 12 | PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) | -19,20% |
| 13 | PT Steady Safe Tbk (SAFE) | -19% |
| 14 | PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) | -18,71% |
| 15 | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) | -18,70% |
| 16 | PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) | -18,52% |
| 17 | PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) | -18,42% |
| 18 | PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) | -18,02% |
| 19 | PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) | -17,91% |
| 20 | PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) | -16,67% |
Mayoritas kepemilikan saham DSSA saat ini dikuasai oleh PT Sinar Mas Tunggal sebesar 59,9 persen, sementara porsi kepemilikan publik berada pada angka 20,4 persen saham.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·