Sejumlah warga Yahudi Australia memberikan kesaksian mengenai eskalasi kebencian yang membuat mereka merasa rentan dalam sidang Komisi Kerajaan tentang Antisemitisme dan Kohesi Sosial di Sydney pada Senin, 4 Mei 2026. Penyelidikan ini digelar menyusul aksi penembakan di Bondi Beach pada Desember lalu yang menewaskan 15 orang.
Komisioner Virginia Bell menyoroti kaitan antara sentimen kebencian di dalam negeri dengan situasi geopolitik global. Penyelidikan selama dua pekan ini bertujuan memeriksa prevalensi kebencian terhadap institusi dan masyarakat di Australia.
"The sharp spike in antisemitism that we’ve witnessed in Australia has been mirrored in other Western countries and seems clearly linked to events in the Middle East," ujar Virginia Bell, Komisioner.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pembuka untuk memahami dampak peristiwa internasional terhadap warga lokal. Bell menegaskan pentingnya menyadari betapa cepatnya konflik luar negeri memicu permusuhan di Australia.
"It’s important that people understand how quickly those events can prompt ugly displays of hostility toward Jewish Australians simply because they’re Jews," kata Virginia Bell, Komisioner.
Sheina Gutnick, putri dari salah satu korban tewas bernama Reuven Morrison, menceritakan pengalaman pelecehan verbal yang dialaminya setahun sebelum tragedi Bondi terjadi. Ia mengaku merasa tidak aman saat menggunakan kalung Bintang Daud di sebuah pusat perbelanjaan.
"I felt shocked, exposed and unsafe," ujar Sheina Gutnick, Saksi.
Ketakutan tersebut berdampak pada mobilitasnya di ruang publik. Gutnick menambahkan bahwa saat pelecehan terjadi, lingkungan sekitar tidak memberikan bantuan.
"There were many people around me but no one intervened," kata Sheina Gutnick, Saksi.
Toby Raphael selaku Wakil Presiden Sinagoge Newtown di Sydney mengungkapkan perubahan drastis pada sistem pengamanan tempat ibadah. Ia menyebut bahwa peningkatan serangan yang dipicu kebencian memaksa adanya penjagaan bersenjata, bahkan di sekolah-sekolah.
"Why do kids have to go to school like that?" ujar Toby Raphael, Wakil Presiden Sinagoge Newtown.
Ia menekankan bahwa kondisi ketakutan yang terus-menerus ini merupakan realitas baru bagi komunitasnya. Raphael menuntut adanya perubahan kebijakan untuk menjamin keselamatan warga.
"This is the world that the Jews of Australia live in now and it needs to change," kata Toby Raphael, Wakil Presiden Sinagoge Newtown.
Alex Ryvchin, seorang pemimpin kelompok Yahudi, memberikan peringatan keras sebelum pembantaian Desember terjadi. Rumahnya sempat menjadi target pembakaran pada tahun 2025, yang ia anggap sebagai pertanda bencana besar.
"This was January, and by December there was a horrific massacre which has transformed us permanently," kata Alex Ryvchin, Pemimpin Kelompok Yahudi.
Data dari Dewan Eksekutif Yahudi Australia menunjukkan laporan insiden kebencian meningkat dari 500 kasus menjadi lebih dari 2.000 laporan dalam setahun terakhir. Otoritas Australia menyebut serangan Bondi terinspirasi oleh kelompok ISIS, dan saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan reformasi undang-undang senjata nasional berdasarkan rekomendasi laporan sementara komisi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·