Saksikan Sinetron Beri Cinta Waktu Episode Senin 18 Mei Pukul 20.00 WIB di SCTV

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Beri Cinta Waktu Episode Senin 18 Mei Pukul 20.00 WIB di SCTV, mengisahkan, Andra akhirnya meluapkan kemarahannya kepada Herlina setelah mengetahui rencana besar yang selama ini disembunyikan perempuan itu. Dengan nada penuh emosi, Andra memprotes keputusan Herlina yang ingin menyingkirkan Ara.

Baginya, Ara bukan sekadar orang biasa, melainkan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Andra sama sekali tidak bisa menerima tindakan kejam tersebut. Ia berusaha menyadarkan Herlina bahwa masalah yang terjadi tidak seharusnya diselesaikan dengan cara menghilangkan nyawa seseorang. Namun, Herlina tetap bersikap dingin dan tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Dengan tenang, Herlina justru mengatakan bahwa Ara sudah mengetahui terlalu banyak hal dan telah terlibat terlalu jauh dalam persoalan mereka, sehingga keberadaannya dianggap berbahaya.

Di waktu yang bersamaan, Trian bersama Nathan dan Yuda sedang memantau pergerakan Herlina. Mereka telah lama mencurigai bahwa Herlina akan muncul di sebuah lokasi tertentu. Nathan merasa yakin firasat mereka tidak salah. Tak lama kemudian, sebuah mobil datang dan benar saja, Herlina berada di dalamnya. Tanpa membuang waktu, Trian, Nathan, dan Yuda langsung melakukan pengejaran. Situasi berubah menegangkan ketika mereka terus mengikuti mobil Herlina dengan harapan dapat menghentikannya sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada Ara.

Sementara itu, Andra merasa dirinya sudah tidak mampu menghadapi situasi sendirian. Dalam keadaan panik dan terdesak, ia akhirnya menghubungi Aditya. Dengan suara penuh kecemasan, Andra meminta Aditya segera membantu Ara yang berada dalam bahaya besar. Andra tahu bahwa Herlina tidak main-main dengan ancamannya dan Ara bisa kehilangan nyawa kapan saja jika tidak segera diselamatkan.

Di sisi lain, pengejaran yang dilakukan Trian, Nathan, dan Yuda akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil menghentikan dan menyergap Herlina. Saat ditangkap, Herlina berusaha melawan dan memberontak.

Namun Trian yang sudah dipenuhi kemarahan langsung menghadapi Herlina dengan tegas. Ia mengatakan bahwa semua kejahatan yang dilakukan Herlina sudah keterlaluan dan tidak bisa lagi dimaafkan. Bahkan, Trian dengan penuh kebencian menolak memanggil Herlina dengan sebutan “Mama.” Baginya, Herlina bukan lagi sosok ibu, melainkan seorang pembunuh yang telah menghancurkan banyak kehidupan.