Jadi intinya...
- Monika meninggal dunia setelah pendarahan hebat dan upaya medis gagal.
- Fathan dan Kenzi kecelakaan akibat ranjau paku saat mengejar Oscar.
- Khansa muncul di pemakaman Monika, memaafkan, lalu pergi lagi demi keselamatan.
Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Selasa 12 Mei mengisahkan sebelum tindakan operasi dilakukan, Monika sempat sadar untuk beberapa saat. Dalam kondisi yang lemah, ia menyampaikan pesan terakhir kepada Darto dan Elva.
Momen tersebut menjadi sangat mengharukan karena keduanya menyadari bahwa keadaan Monika benar-benar kritis. Di sisi lain, situasi semakin menegangkan ketika Kenzi yang sedang menyamar diam-diam mengikuti Fathan. Saat itu, Fathan tengah mengejar mobil Oscar dengan harapan bisa menemukan keberadaan Khansa yang hilang.
Namun, pengejaran tersebut tidak berjalan lancar. Mobil SUV misterius yang membawa Oscar ternyata sudah menyiapkan jebakan berupa ranjau paku baja di jalan.
Akibatnya, motor yang dikendarai Fathan dan mobil milik Kenzi mengalami kecelakaan cukup parah. Fathan yang penuh emosi dan terluka kemudian menemukan Kenzi.
Dengan kemarahan yang memuncak karena merasa semua kejadian buruk yang menimpa Monika dan Khansa ada kaitannya dengan Kenzi, Fathan menghajarnya tanpa ampun. Meski begitu, Kenzi akhirnya berhasil meloloskan diri dari amukan tersebut.
Sementara itu, di rumah sakit, kondisi Monika semakin memburuk. Pendarahan yang dialaminya tidak dapat dihentikan meskipun Dokter Akhsan telah berusaha keras menyelamatkannya. Berbagai tindakan medis dilakukan, termasuk penggunaan alat kejut jantung atau defibrillator. Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Monika akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.45. Kabar duka itu membuat Darto dan Elva sangat terpukul dan tidak mampu menahan kesedihan mereka.
Pada saat pemakaman di TPU, suasana dipenuhi rasa haru. Fathan yang hadir di sana akhirnya memaafkan Monika dengan tulus di depan makamnya. Tidak lama kemudian, suasana berubah ketika sebuah SUV hitam mewah datang ke lokasi pemakaman.
Dari mobil itu, Khansa turun dengan penampilan elegan serba hitam lengkap dengan kacamata gelap. Ia ikut menaburkan bunga di makam Monika dan mengungkapkan bahwa dirinya juga telah memaafkan Monika. Namun, pertemuan tersebut kembali diwarnai perpisahan. Fathan berusaha menahan Khansa agar tidak pergi lagi bersama orang asing. Keduanya pun terlibat percakapan emosional hingga Khansa menjelaskan bahwa keputusannya pergi dilakukan demi masa depan dan keselamatan semua orang.
Review Film Badut Gendong: Kombinasi Cerita Cinta, Kehilangan, dan Kengerian dalam Qodrat Universe
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·