Sakuranesia dan Uzbekistan jalin kerja sama pendidikan tiga negara

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Sakuranesia dan Karakalpak State University menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Nukus, Uzbekistan, perihal kerja sama internasional pada bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran budaya yang melibatkan Uzbekistan, Indonesia, dan Jepang.

"Pertukaran pendidikan dan penelitian yang menghubungkan Uzbekistan, Jepang, dan Indonesia memiliki potensi untuk menciptakan jaringan baru pengetahuan dan budaya di Asia," kata Penasihat Pendidikan Yayasan Sakuranesia Ken Ito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Founder Yayasan Sakuranesia Tovic Rustam, penasihat pendidikan yayasan Ken Ito, dan Rektor Karakalpak State University Jollibekov Berdiyar Bakhtiyarovich.

Kerja sama didukung oleh Visiting Professor di Institute of Agriculture and Agrotechnologies of Karakalpakstan, Satoshi Togashi, serta Janbolat Akseytov selaku Assistant Professor di institut yang sama, mereka berperan sebagai koordinator pengembangan kolaborasi internasional tersebut.

Baca juga: Akademi China kuno dorong pertukaran budaya lewat kearifan Timur

Selama ini Yayasan Sakuranesia aktif mendorong inisiatif pertukaran pendidikan, seni, dan budaya yang menghubungkan Indonesia dan Jepang, dengan jejaring yang ada di Indonesia.

Jejaring tersebut mencakup Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bunkyo Gakuin University, Sanko Gakuin (Azalee Group), Weathernews, dan Tsuzuki Education Group di Jepang.

Melalui MoU tersebut, kerja sama diharapkan berkembang dalam bentuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi multidisipliner di bidang pertanian, lingkungan, seni, budaya, dan inovasi sosial.

Chairman dan Founder Yayasan Sakuranesia Sakura Ijuin menyatakan penandatanganan MoU itu mempertegas komitmen yayasan dalam mendorong pengembangan pendidikan dan budaya antarbangsa sebagai upaya membangun jembatan persahabatan dan harmoni peradaban di kawasan Asia dan dunia.

Rektor Karakalpak State University Jollibekov Berdiyar Bakhtiyarovich berharap kerja sama tersebut menjadi fondasi bagi hubungan antarbangsa yang lebih erat.

"Melalui perjanjian ini, saya berharap pertukaran budaya dan akademik antara Indonesia, Jepang, dan Uzbekistan akan semakin berkembang," ujarnya.

Baca juga: Sakuranesia jajaki kolaborasi pendidikan dan budaya di Kyoto

Baca juga: Yayasan Jepang-Indonesia bantu dua sekolah rusak di Lamahala, Adonara

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.