CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian dalam persidangan sengketa hukum pada Selasa (12/5/2026) terkait konflik internal perusahaan dengan miliarder Elon Musk. Altman mengaku merasa sangat terganggu dengan desakan Musk yang ingin memegang kendali penuh atas anak perusahaan nirlaba OpenAI pada tahun 2017.
Perselisihan ini mencuat ke publik setelah Musk melayangkan gugatan hukum terhadap Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Musk menuduh kepemimpinan saat ini telah mengabaikan misi organisasi nirlaba demi keuntungan komersial setelah menerima investasi miliaran dolar dari Microsoft Corp.
Altman menjelaskan kepada juri bahwa para pendiri OpenAI merasa frustrasi karena Musk menolak menandatangani perjanjian yang membatasi durasi kendalinya. Ketegangan memuncak saat muncul pertanyaan mengenai masa depan organisasi jika Musk meninggal dunia.
“Momen yang bikin tegang adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya kepada Musk, ‘Jika Anda memiliki kendali, apa yang akan terjadi jika Anda meninggal?’” kata Altman.
Pernyataan tersebut merujuk pada kekhawatiran para pendiri mengenai keberlanjutan visi OpenAI. Altman merasa tidak nyaman dengan tanggapan yang diberikan oleh Musk saat itu.
“Ia menjawab sesuatu seperti, ‘Saya belum terlalu memikirkannya, tetapi mungkin saya harus menyerahkannya kepada anak-anak saya.’” kata Altman.
Altman menegaskan penolakannya terhadap rencana tersebut demi menjaga integritas perusahaan. Ia memilih untuk tidak menyetujui persyaratan yang diajukan oleh investor awal tersebut.
“Saya tidak merasa nyaman dengan hal itu,” kata Altman.
Dalam persidangan, terungkap bahwa Musk memberikan sumbangan sekitar US$38 juta, jauh di bawah janji awalnya sebesar US$1 miliar. Sebaliknya, Altman mengklaim telah menyumbang US$3,75 juta dan memberikan kepemilikan sahamnya kepada karyawan awal demi mempertahankan semangat tim.
“Memang benar Elon menawarkan untuk menyuntikkan dana besar, dan Elon, seperti yang Anda tahu, memiliki nilai yang sangat tinggi, Akan tetapi saya benar-benar ingin membela Greg dan Ilya,” kata Altman.
Ia menekankan bahwa kerja sama tim adalah pondasi utama yang membuat OpenAI menjadi istimewa. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak dipahami oleh Elon Musk.
“Salah satu hal paling istimewa terkait OpenAI adalah kami memiliki semangat tim dan kerja sama tim yang luar biasa, dan saya ingat dalam percakapan-percakapan itu, saya merasa bahwa Elon benar-benar tidak memahami hal itu dan tidak menghargainya,” kata Altman.
Setelah Musk keluar dari dewan direksi pada 2018, OpenAI sempat menghadapi ketidakpastian finansial. Altman mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan aksi balas dendam dari Musk yang memiliki reputasi temperamental.
“Ada pertanyaan tentang apa artinya ini bagi pendanaan kami dan apa yang akan terjadi dengan upaya kompetitif Elon Musk,” kata Altman.
Meski terlibat konflik hukum yang sengit, Altman menyatakan masih menghormati bimbingan Musk di masa awal. Namun, ia menyayangkan tindakan hukum yang dilakukan Musk saat ini di tengah persaingan bisnis AI melalui xAI.
“Elon Musk adalah figur terkenal yang dikenal cukup temperamental, dan orang-orang bertanya-tanya apakah dia akan membalas dendam pada kami atau semacamnya.” kata Altman.
Pengacara Musk, Steven Molo, mencoba menyerang kredibilitas Altman dengan mengungkit peristiwa pemecatan singkatnya pada 2023. Molo mempertanyakan integritas Altman di hadapan juri.
“Dia adalah seseorang yang saya hormati sekali. Saya juga berharap dia menghentikan apa yang dia lakukan di sini — yang, menurut saya, adalah rasa iri — seiring kami semakin sukses, dan mencoba menindas kami saat dia memulai pesaing,” kata Altman.
Molo secara langsung bertanya kepada Altman mengenai kepercayaan publik terhadap pernyataan-pernyataannya. Ia menyebut adanya tuduhan penipuan dari rekan bisnis sebelumnya.
“Apakah Anda sepenuhnya dapat dipercaya?” tanya Molo.
Altman menjawab pertanyaan tersebut dengan singkat namun tegas. Ia mempertahankan posisi bahwa dirinya bertindak demi kepentingan perusahaan.
“Saya yakin begitu,” kata Altman.
Molo terus mendesak dengan mengutip label negatif yang pernah disematkan kepada Altman. Hal ini merujuk pada laporan mantan anggota dewan mengenai ketidakjujuran Altman.
“Anda telah disebut penipu dan pembohong oleh orang-orang yang pernah berbisnis dengan Anda, bukan?” kata Molo.
Altman tidak menampik adanya anggapan negatif tersebut. Ia mengakui bahwa pernyataan semacam itu pernah sampai ke telinganya.
“Saya pernah mendengar orang-orang mengatakan itu,” kata Altman.
Gugatan Musk menuntut ganti rugi puluhan miliar dolar serta pembatalan konversi status OpenAI menjadi perusahaan profit. Pihak OpenAI berargumen bahwa langkah hukum ini merupakan upaya Musk untuk memperlambat laju pesaing bisnisnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·