San Jose Earthquakes mengukuhkan posisi sebagai pemuncak klasemen Major League Soccer (MLS) Wilayah Barat menjelang pertandingan tandang melawan St Louis City di Energizer Park pada Sabtu, 25 April 2026.
Klub berjuluk The Quakes ini memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin setelah mencatatkan kemenangan telak 5-1 atas Austin FC pada tengah pekan lalu. San Jose kini menjadi tim paling produktif di wilayahnya dengan total 22 gol dan hanya kebobolan empat gol.
Pelatih kepala San Jose Earthquakes, Bruce Arena, memperingatkan bahwa perjalanan musim ini masih sangat panjang dan penuh tantangan. Ia menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan bagi skuadnya agar tetap kompetitif.
"We have to improve. If we don't improve, we're probably going to be a team that's scrambling to make the playoffs," kata Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Arena meminta para pemain untuk tetap tenang menghadapi fluktuasi performa yang mungkin terjadi di masa depan. Dirinya memprediksi dinamika kompetisi akan mengalami pasang surut.
"So the goal here is to continue to work to get better, and we need to be patient. This is not going to be [a consistent upward trend], there are going to be a few peaks and valleys along the way. We've got to be prepared for that," ujar Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Pelatih tersebut berfokus pada upaya meminimalisir kesalahan tim agar performa apik bisa berlanjut hingga paruh kedua musim. Menurutnya, kerja keras adalah kunci utama keberhasilan jangka panjang.
"But if we continue to work hard and learn from our mistakes, I think we can be a good team for the second half of the season," tutur Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Arena kembali mengingatkan bahwa hasil di awal musim bisa saja tidak berarti jika tim kehilangan momentum. Fokus total pada sisa kompetisi dianggap lebih krusial.
"First half of the season, at some point you get thrown out the window. It's all going to come down to the second half of the season," jelas Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Pernyataan ini merupakan langkah manajemen ekspektasi setelah San Jose mengukir sejarah sebagai tim ketiga MLS yang menang dengan selisih empat gol meski sempat tertinggal di babak pertama.
"So it's great to have a good start, but again, it's a grind. We have another 25 games left. There's a lot of soccer be played," lanjut Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Melansir data Opta dari fotmob.com, San Jose mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 4,16 pada babak kedua laga terakhirnya. Meski demikian, Arena meminta timnya siap menghadapi hari-hari yang sulit.
"We're really pleased with the group to date. But this is a long haul. We got to be prepared for not only the good days, but some of the days that aren't so good," pungkas Bruce Arena, Pelatih Kepala San Jose Earthquakes.
Di sisi lain, gelandang internasional Kanada Stephen Eustaquio telah kembali bergabung dengan skuad Los Angeles FC (LAFC). Pemain berusia 29 tahun itu siap menghadapi San Jose Earthquakes di Stadion BMO pada Minggu, 19 April 2026.
Pelatih kepala LAFC, Marc Dos Santos, mengonfirmasi bahwa Eustaquio sudah pulih sepenuhnya setelah menjalani rehabilitasi cedera kaki bersama staf klub FC Porto di Portugal.
"He’s fully fit to integrate at 100 percent with us," ujar Marc Dos Santos, Pelatih Kepala LAFC.
Meski sudah berlatih kembali, pihak klub memperkirakan sang gelandang baru akan tampil dalam pertandingan kompetitif pada pekan depan. Dos Santos ingin memastikan sentuhan bola sang pemain kembali sempurna.
"It’s a question of getting him back with the ball, training and ready for us. But we should see him in the field somewhere next week," kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala LAFC.
Selama Eustaquio absen, Mathieu Choiniere tampil impresif dengan mencetak dua gol dan membantu LAFC ke semifinal Piala Champions CONCACAF. Namun, Timothy Tillman menilai kehadiran Eustaquio akan memberikan kendali lebih pada permainan.
"I think Steph is someone who brings a lot of control. Yeah, just helps us having possession, finding those pockets really well, has good passing. He controls and dictates the game a lot," kata Timothy Tillman, Gelandang Serang LAFC.
Tillman juga memuji etos kerja Choiniere yang selalu memberikan kontribusi ofensif di setiap pertandingan. Choiniere dianggap mampu mengisi kekosongan lini tengah dengan sangat baik selama periode sibuk.
"I think a lot of Mathieu’s qualities are that he is someone that is always pushing, pushing and running wherever he’s needed. He’s always going there and always running there. Especially this year, he’s had some good games offensively," ujar Timothy Tillman, Gelandang Serang LAFC.
Laga melawan San Jose menjadi ujian bagi LAFC setelah menelan kekalahan perdana dari Portland. Dos Santos menekankan pentingnya bagi pemain untuk segera mengalihkan fokus kembali ke liga domestik.
"What is important, and what we spoke about, is to switch on again," pungkas Marc Dos Santos, Pelatih Kepala LAFC.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·