Satu Warga Negara Amerika Serikat Terpapar Hantavirus

Sedang Trending 1 jam yang lalu

TUJUH belas warga Amerika Serikat dan satu orang berkewarganegaraan ganda Inggris-AS dievakuasi dari kapal MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus. Satu warga negara AS dinyatakan positif setelah menjalani serangkaian tes Polymerase Chain Reaction atau PCR.

Para pejabat dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusian AS (HHS), mengatakan salah satu dari 18 penumpang yang dievakuasi dari MV Hondius saat berlabuh di Kepulauan Canary terkonfirmasi wabah strain hantavirus Andes dalam uji coba biokimia di unit Nebraska. “Orang yang terinfeksi hantavirus sedang dipantau bersama 15 orang lainnya di University of Nebraska Medical Center, sementara dua orang lainnya, sepasang suami istri, diisolasi di Emory University Hospital di Kota Atlanta,” kata pejabat HHS, mengutip sumber dari Al Jazeera.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Kesehatan, Robert F Kennedy Jr, berujar bahwa AS dapat menekan angka penyebaran kasus hantavirus karena memiliki badan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit alias CDC. “Kami memiliki tim CDC di Spanyol dan kami yakin mengendalikan situasi ini sehingga tidak perlu khawatir,” kata Kennedy di kepada wartawan di Gedung Putih. 

Sementara itu, President of The United States Donald Trump menyebutkan bahwa menurutnya hal itu sudah “Baik-baik saja.”

Proses Evakuasi yang Kompleks dan Hati-hati

Kapal pesiar Oceanwide Expeditions membawa sekitar 150 orang, termasuk 17 orang warga negara AS. Para penumpang turun dari kapal pada Minggu pagi setelah otoritas Spanyol mengizinkan berlabuh di Kepulauan Canary. Mereka dievakuasi dengan ketat berdasarkan kewarganegaraan sebelum direpatriasi ke negaranya.   

Menurut kanal berita CBS News, operator kapal asal Belanda, mengatakan semua penumpang dan 60 anggota kru dievakuasi dari kapal menggunakan sekoci dengan kapasitas 5 hingga 10 orang. Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat, penumpang yang turun dari kapal maupun petugas terlihat mengenakan alat pelindung diri, termasuk masker, pakaian hazmat, dan respirator. 

Dalam unggahan video di platform X, Kementerian Pertahanan Spanyol, menunjukan kondisi kursi penumpang dilapisi plastik pelindung sebelum penerbangan repatriasi. Video itu juga memperlihatkan petugas evakuasi medis menggunakan pakaian hazmat sesuai protokol kesehatan. 

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Gracia, mengutip dari Xinhua, mengatakan operasi evakuasi dilakukan mengikuti langkah pengamanan yang diperlukan. Ia juga menambahkan penerbangan repatriasi terakhir dijadwalkan berangkat pada Senin pagi dan Senin sore untuk menjemput penumpang yang belum dipulangkan ke negaranya masing-masing. 

Protokol Karantina 

Warga negara Amerika Serikat merupakan kelompok terakhir dalam operasi di Tenerife, Spanyol pada hari Minggu. CDC mengatakan telah mengirim tim ahli epidemiologi dan tenaga medis ke Kepulauan Canary. Mereka akan melakukan penilaian risiko paparan setiap penumpang AS serta memberikan rekomendasi untuk pemantauan lanjutan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan tim CDC, 18 orang di repatriasi menggunakan pesawat khusus tim Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. CDC menyebutkan “penumpang positif akan diisolasi dari penumpang lain selama perjalanan dengan menggunakan langkah-langkah biokontainment.”  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus turut tiba di Tenerife bersama sejumlah menteri Spanyol untuk memantau proses kedatangan kapal. Dalam surat terbuka kepada warga Tenerife, Tedros berusaha menenangkan masyarakat. “Saya ingin Anda mendengar ini dengan jelas. Ini bukan COVID baru,” kata Tedros.

Di Granadilla de Abona, aktivitas warga tetap berlangsung normal pada Ahad pagi. Sejumlah warga terlihat berenang, berbelanja di pasar, hingga duduk di kafe. “Ada kekhawatiran mungkin ada bahaya, tetapi sejujurnya saya tidak melihat banyak orang terlalu cemas.”