Schneider Electric dan PTPI Dorong Transformasi Rumah Sakit Pintar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Schneider Electric menjalin kolaborasi dengan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI) untuk menyelenggarakan Healthcare Leadership Forum 2026 di Jakarta guna mempercepat adopsi teknologi rumah sakit pintar yang efisien dan berkelanjutan. Forum strategis ini menitikberatkan pada integrasi teknologi digital untuk mengatasi tingginya konsumsi energi infrastruktur medis di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, upaya digitalisasi ini menjadi jawaban atas tantangan operasional rumah sakit yang beroperasi penuh selama 24 jam. Infrastruktur kesehatan tercatat memiliki beban konsumsi energi yang sangat signifikan, yakni mencapai 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan komersial pada umumnya.

Integrasi antara elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan infrastruktur kesehatan nasional. President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menyatakan bahwa transformasi menuju sistem rumah sakit pintar memerlukan strategi yang komprehensif.

"Schneider Electric berkomitmen mendukung pemerintah melalui integrasi elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur serta efisiensi energi jangka panjang," ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

Dalam sesi panel bertajuk Future Challenges & Sustainability of Indonesian Hospitals, para ahli menyoroti hambatan struktural yang masih terjadi di sektor kesehatan. Isu-isu mendasar yang dibahas meliputi pengelolaan biaya operasional yang tinggi, peningkatan pengalaman pasien, hingga persoalan sistem informasi kesehatan yang saat ini kondisinya masih terfragmentasi.

Presiden PTPI, Eko Supriyanto, memberikan penegasan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi teknologi ini. Ia menilai keberlanjutan layanan hanya bisa dicapai jika terdapat sinergi yang kuat antara pemangku kebijakan, penyedia pembiayaan, dan kesiapan sumber daya manusia.

Beberapa institusi medis di Indonesia telah mulai menerapkan sistem otomasi untuk menekan biaya operasional. RS Kanker Dharmais kini menggunakan building automation system (BAS) untuk optimasi energi, sementara RS Telogorejo melaporkan keberhasilan peningkatan efisiensi energi hingga lebih dari 15 persen melalui sistem digital terintegrasi.

Schneider Electric juga memperkenalkan solusi EcoStruxure for Healthcare yang berbasis Internet of Things (IoT). Platform ini menawarkan fitur keamanan sistem end-to-end dan analitik data real-time yang diklaim mampu memangkas konsumsi energi global hingga 20 persen bagi penggunanya.

Optimisme muncul dari para pemangku kepentingan bahwa penerapan teknologi pintar akan memperkuat mutu layanan kesehatan nasional. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem rumah sakit yang tangguh dalam menghadapi tantangan kebutuhan medis di masa depan.