Sean Gelael Incar Kemenangan di Balapan 6 Hours of Spa&Francorchamps

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pebalap Indonesia Sean Gelael bersama Team WRT 32 menargetkan hasil maksimal dalam ajang balap ketahanan 6 Hours of Spa-Francorchamps di Belgia guna memperebutkan posisi papan atas pada kelas LMGT3 FIA World Endurance Championship (WEC) 2026.

Dilansir dari Medcom, Team WRT yang bertindak sebagai tuan rumah berambisi mengoptimalkan performa mobil BMW M4 GT3 mereka baik di kategori Hypercar maupun LMGT3. Sean Gelael, Augusto Farfus, dan Darren Leung membawa kepercayaan diri tinggi ke sirkuit legendaris tersebut.

Motivasi tambahan bagi kru WRT 32 muncul setelah rekan setim mereka dari garasi WRT 69 berhasil memenangkan seri pembuka di Imola, Italia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret bahwa paket kendaraan dan strategi tim sangat kompetitif untuk bersaing di jalur juara.

Bagi Sean Gelael pribadi, balapan di Belgia ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri tren negatif di Spa-Francorchamps. Sejak beralih ke kelas LMGT3 pada 2024, ia tercatat belum pernah menyentuh garis finis akibat insiden tabrakan dengan pebalap lain dalam dua edisi terakhir.

"Saya sangat menyukai sirkuit ini. Finis P5 di Imola jadi modal bagus, karena kami yakin tim punya segalanya untuk membuat kami tampil baik, terbukti mobil 69 menang di Imola," ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, dan SPBU Pertamina.

Persaingan di kelas LMGT3 diprediksi berlangsung sengit karena sejumlah rival juga menunjukkan performa impresif. McLaren melalui tim Garage 59 berupaya bangkit setelah kendala sistem elektrik menggagalkan kemenangan mereka saat sedang memimpin balapan di seri sebelumnya.

Selain itu, ancaman datang dari tim TF Sport yang mengandalkan mobil Corvette. Tim tersebut memiliki rekor impresif dengan selalu naik podium di 6 Hours of Spa selama lima tahun berturut-turut, serta hanya terpaut 0,2 detik dari pemenang di Imola.

Keberhasilan Team WRT 32 untuk meramaikan bursa juara sangat bergantung pada kemampuan Sean, Farfus, dan Darren dalam meminimalisir kesalahan teknis maupun penalti selama durasi balapan enam jam tersebut.