Sekjen Golkar Instruksikan Kader Peka Aspirasi Rakyat Kaltim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan respons terhadap gelombang protes yang dilakukan Massa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim). Kelompok tersebut menuntut dilakukannya audit terhadap seluruh kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dilansir dari Detikcom, Sarmuji menegaskan agar setiap kader partai yang menduduki jabatan publik harus memiliki kepekaan terhadap situasi di tengah masyarakat. Instruksi ini berlaku bagi kader di berbagai tingkatan posisi pemerintahan.

"Jadi gini, setiap aspirasi nggak apa-apa disampaikan aja dengan baik ya," kata Sarmuji usai perayaan Paskah Partai Golkar di Tennis Indoor Senayan, GBK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ketajaman sensitivitas terhadap problematika rakyat menjadi poin utama yang ditekankan Sarmuji kepada jajarannya. Ia menginstruksikan seluruh elemen partai untuk menerapkan sikap tersebut tanpa pengecualian.

"Kepada seluruh kader Partai Golkar di jabatan apapun, tetapi jabatan publik, baik itu di parlemen maupun menjadi eksekutif di kementerian, atau di gubernur, kepala daerah, bupati, wakil bupati, wali kota, kami mengimbau sekaligus memberikan arahan DPP Partai Golkar, ayo kita peka terhadap suasana, ayo kita peka terhadap kondisi masyarakat kita," ucapnya.

Sarmuji juga memberikan peringatan keras agar para pemangku kebijakan tidak menunjukkan gaya hidup atau tindakan yang berlebihan. Hal ini menurutnya harus diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas kedinasan.

"Jangan sampai tampak berlebihan, baik itu yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya dinas," ujar Sarmuji.

Sebelumnya, Aliansi Rakyat Kaltim telah melancarkan Aksi 21 April yang menyasar gedung DPRD Kaltim dan kantor Gubernur Kaltim. Demonstrasi tersebut membawa tuntutan utama berupa transparansi melalui audit kebijakan daerah.

Pergerakan massa yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat mulai memadati area kantor DPRD Kaltim sejak Selasa pagi, 21 April 2026. Situasi di lapangan sempat diwarnai aksi dramatis oleh peserta unjuk rasa.

Dalam rangkaian aksi tersebut, sejumlah mahasiswa dilaporkan memanjat papan reklame berukuran besar di lokasi kejadian. Tindakan tersebut dilakukan untuk melepas baliho yang menampilkan gambar Ketua serta anggota DPRD Kaltim sebagai bentuk protes.