Shivon Zilis Ungkap Proses Bayi Tabung Bersama Elon Musk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Eksekutif perusahaan Neuralink, Shivon Zilis, memberikan kesaksian mengenai keputusannya menjalani prosedur bayi tabung menggunakan sperma Elon Musk tanpa didasari ikatan romantis pada awalnya. Langkah ini diambil di tengah dorongan Musk terhadap orang-orang di lingkungannya untuk meningkatkan populasi manusia demi mencegah keruntuhan peradaban.

Zilis yang kini memiliki empat anak hasil prosedur IVF bersama Musk mengungkapkan motivasi pribadinya dalam menjalani proses tersebut. Hal ini berkaitan dengan keinginan kuatnya untuk membangun keluarga di saat Musk memberikan penawaran bantuan medis.

"Saya sangat ingin menjadi seorang ibu, dan Elon mengajukan tawaran sekitar waktu itu, dan saya menerimanya. Dia mendorong semua orang di sekitarnya saat itu untuk memiliki anak, dan dia menyadari bahwa saya belum punya anak. Dia menawarkan untuk mendonorkan sel telur," ujar Zilis dalam kesaksiannya yang dilansir dari Detik iNET.

Selain masalah pribadi, posisi Zilis juga menjadi sorotan karena keterlibatannya di dua perusahaan yang saling bersaing. Zilis tetap menjabat di dewan direksi OpenAI hingga tahun 2023 meskipun bekerja untuk Neuralink setelah Musk mengundurkan diri dari OpenAI pada tahun 2018.

Zilis memberikan gambaran mengenai situasi profesional yang canggung selama periode transisi kepemimpinan dan perpisahan antara kedua organisasi tersebut.

"perpisahan setengah-setengah yang aneh" kata Zilis menggambarkan kejadian tersebut.

Zilis menegaskan perannya dalam menjembatani dialog antarperusahaan namun menolak tuduhan adanya kebocoran data kepada Musk. Meskipun hubungan keduanya akhirnya berkembang menjadi romantis setelah kelahiran anak-anak mereka, Zilis tetap memegang prinsip profesionalisme dalam bekerja.

Kepercayaan terhadap integritas Zilis dalam mengelola konflik kepentingan tersebut turut dikonfirmasi oleh petinggi OpenAI lainnya yang melihat pengaturan tersebut sebagai hal profesional.

Eksekutif OpenAI, Greg Brockman, bersaksi bahwa dewan direksi mempercayai Zilis untuk menavigasi kepentingan yang saling bertentangan, percaya bahwa anak-anaknya dihasilkan dari pengaturan IVF yang murni platonis.

Tindakan Musk memberikan donasi sperma ini merupakan bagian dari visi jangka panjangnya mengenai demografi dunia. Miliarder yang diperkirakan memiliki 14 anak ini bahkan berencana memfasilitasi populasi manusia di Mars dengan target satu juta penduduk dalam dua dekade mendatang.