Shopee Gelar Festival Penulis Lokal 2026 Lindungi Hak Kekayaan Intelektual

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Upaya perlindungan terhadap karya tulis orisinal terus diperkuat oleh Shopee melalui inisiatif terbaru menjelang peringatan Hari Buku Nasional pada 17 Mei mendatang. Perusahaan e-commerce ini berkomitmen mendukung ekosistem literasi dengan menjaga hak kekayaan intelektual para kreator dalam negeri.

Dikutip dari Detikcom, langkah nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Penulis Lokal 2026. Program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Shopee dengan Kementerian Ekonomi Kreatif setelah sebelumnya sukses mengadakan acara serupa pada tahun lalu.

Festival Penulis Lokal 2026 dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 24 Mei 2026. Selama periode ini, para pencinta buku dapat mengakses berbagai koleksi pilihan dengan penawaran diskon mencapai 50 persen serta tambahan voucer potongan harga senilai Rp 20 ribu.

Beberapa karya populer yang tersedia dalam program ini antara lain novel pengembangan diri berjudul 'Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya' karya Andreas Kurniawan. Selain itu, terdapat pula novel fiksi favorit 'Pukul Setengah Lima' karya Rintik Sedu serta beragam judul literatur lokal lainnya.

"Selain Diskon sampai dengan 50%, pengguna juga dapat menikmati promo Serba 17RB untuk membeli berbagai judul novel lokal populer di Indonesia," kata Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Satrya Pinandita menjelaskan bahwa Shopee memiliki visi besar untuk terus memperkokoh sistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para penulis di Indonesia. Hal ini dilakukan guna memastikan ekosistem kreatif tetap sehat dan produktif.

"Kami melihat antusiasme pengguna yang luar biasa dalam Festival Penulis Lokal tahun lalu. Untuk itu, tahun ini kami menghadirkan Kembali Festival Penulis Lokal untuk terus mempromosikan, mendukung, dan melindungi kekayaan intelektual para penulis lokal," ujar Satrya.

Selain melalui kampanye promosi, Shopee menerapkan strategi berlapis untuk memberantas peredaran buku bajakan. Strategi tersebut mencakup proses pemindaian harian, penerapan sanksi tegas bagi pelanggar, hingga penyediaan platform khusus bagi pemilik merek.

Pengecekan produk dilakukan secara aktif setiap hari menggunakan metode manual dan otomatis untuk menyisir daftar buku yang dijual. Jika ditemukan adanya indikasi barang bajakan, Shopee akan langsung melakukan penurunan produk secara permanen dari daftar jual.

Penjual yang terbukti melanggar kebijakan barang dilarang dan dibatasi akan menghadapi konsekuensi berat. Sanksi tersebut dapat berupa penghapusan produk, pemblokiran akses akun, hingga penutupan akun secara permanen dari platform Shopee.

Masyarakat juga diberikan akses untuk berperan aktif dalam pengawasan ini. Pengguna dapat melaporkan buku yang terindikasi melanggar hak cipta dengan menekan fitur opsi 'Laporkan Produk Ini' yang tersedia pada setiap halaman produk di aplikasi.

Efektivitas Brand IP Portal

Shopee Brand IP Portal menjadi pilar utama dalam memudahkan para penulis untuk mendaftarkan dan memantau perlindungan karya mereka. Melalui portal ini, pemegang hak cipta bisa melaporkan temuan produk ilegal dengan lebih sistematis dan cepat.

Pada tahun 2025, efisiensi penanganan laporan melalui portal ini mencatatkan hasil yang signifikan. Seluruh laporan yang terbukti melanggar berhasil ditindaklanjuti dengan waktu penyelesaian maksimal dalam tiga hari kerja sejak aduan diterima.

"Melalui kombinasi antara kampanye literasi dan penguatan sistem perlindungan hak cipta, Festival Penulis Lokal 2026 diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan industri buku lokal yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan di era digital," kata Satrya Pinandita.