Sidang Kasus Blueray Cargo Sisakan Banyak Tanda Tanya

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Selain soal aliran uang dan kode-kode pada amplop yang diungkap dalam persidangan, perhatian juga mengarah pada rangkaian pertemuan dan komunikasi antar pihak yang dinilai belum tergambar utuh.

Pada keterangan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy, yang sebelumnya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

"Kalau menurut kami, patut diduga itu ada informasi yang terpotong. Kami berharap ada saksi-saksi lain yang tahu tentang peristiwa ini, jadi bisa dikroscek kebenarannya," kata kuasa hukum PT Blueray Cargo, Dinalara Dermawati Butar-butar, kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut dia, sejumlah fakta yang muncul di persidangan masih membutuhkan pembanding dari keterangan saksi lain agar rangkaian peristiwa dapat dibaca secara lebih utuh.

Dinalara mempertanyakan soal kehadiran John Field di lingkungan Bea Cukai. Ia mempertanyakan kemungkinan seorang pelaku usaha bisa datang dan bertemu pejabat tinggi tanpa adanya komunikasi atau agenda yang telah diatur sebelumnya.

"Di Bea Cukai itu enggak gampang orang datang bertamu. Masak nyelonong gitu. Apalagi selevel pejabat-pejabat itu, pasti entah dipanggil atau memang ada janji," ujarnya.

Sorotan lain mengarah pada pertemuan di Hotel Borobudur yang sebelumnya terungkap di ruang sidang.

Dinalara menilai fakta yang muncul justru mengarah pada dugaan bahwa John Field bukan pihak yang aktif mengatur pertemuan tersebut.

Lanjut dia, dari keterangan yang disampaikan di persidangan, John Field disebut sempat mempertanyakan alasan dirinya dipanggil ke lokasi hingga mengeluh karena harus menunggu.

"Kalau orang yang memang berniat ketemu, nggak mungkin mendumel. Dia sampai bilang, 'untuk apa saya dipanggil ke sini'," tegasnya.

Bukan hanya soal pertemuan, perhatian juga mengarah pada temuan amplop berkode yang sebelumnya dibuka Jaksa Penuntut Umum dalam sidang.

Dinalara mengaku melihat adanya kejanggalan dalam alur penyimpanan maupun distribusi uang yang disebut mengalir kepada pihak tertentu.

"Saya jadi curiga. Kok punya orang lain malah dititipin dan dikuasai. Ada apa coba? Jangan-jangan ingin dapat double," jelas Dinalara.

Ia menilai sejumlah fakta yang muncul masih perlu diuji dengan keterangan saksi lain dalam persidangan lanjutan, terutama untuk menjawab siapa pihak yang aktif mengatur komunikasi, menentukan angka, hingga mengendalikan rangkaian peristiwa yang kini menjadi bagian penting dalam perkara Blueray Cargo. rmol news logo article