Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan intensitas Siklon Tropis Hagupit yang terdeteksi di Samudera Pasifik utara Papua Barat akan melemah dalam 48 jam ke depan. Informasi pembaruan cuaca yang berlaku untuk Minggu (10/5/2026) ini disampaikan oleh pihak BMKG pada Sabtu (9/5/2026) melalui kanal komunikasi resminya.
Dilansir dari Kompas, posisi siklon tersebut saat ini memicu pembentukan fenomena cuaca lain seperti low-level jet serta daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah perairan timur Indonesia. Kecepatan angin maksimum di pusat sistem dilaporkan berada pada kisaran 35 knot dengan tekanan udara minimum mencapai 1002 hektopaskal.
Prakirawan BMKG, Rizky, menjelaskan rincian teknis terkait pergerakan sistem cuaca tersebut yang mengarah ke barat-barat laut.
"Siklon Tropis Hagupit diprediksi berada di Samudera Pasifik utara Papua Barat, dengan kecepatan angin maksimum diprediksi 35 knot, dengan tekanan minimum diprediksi 1002 hektopaskal dengan pergerakan ke arah barat-barat laut," kata Rizky, Prakirawan BMKG.
Data terbaru menunjukkan bahwa sistem ini tidak akan menguat secara signifikan, melainkan justru menunjukkan tren penurunan kekuatan angin dalam jangka pendek.
"Dalam 48 jam ke depan, intensitas siklon tropis ini diperkirakan akan melemah yang ditandai dengan kecepatan angin maksimum yang menurun hingga 35 knot," ucap Rizky, Prakirawan BMKG.
Selain pergerakan angin, BMKG mencatat adanya situasi siklonik di Laut Natuna, Selat Makassar, dan Laut Maluku yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan dengan intensitas tinggi di beberapa titik di wilayah Indonesia.
"Perlu ditingkatkan kesiap-siagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Selawesi Tengah, dan Papua Pegunungan," kata Rizky, Prakirawan BMKG.
Untuk wilayah Indonesia Barat, potensi hujan petir diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang dan Banjarmasin. BMKG juga memberikan catatan khusus mengenai kondisi cuaca di wilayah perkotaan besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang diprediksi akan mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal.
"Terdapat pula potensi berawan hingga berawan tebal di Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, serta potensi udara kabur di Palembang," ucap Rizky, Prakirawan BMKG.
Kondisi di wilayah timur Indonesia menunjukkan variasi cuaca mulai dari hujan petir di Nabire hingga hujan sedang di wilayah Maluku dan Sulawesi. BMKG tetap meminta warga untuk memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.
"Untuk bagian Timur Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Nabire, hujan sedang di Gorontalo, Mamuju, Kendari, Ambon, dan Merauke," ucap Rizky, Prakirawan BMKG.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·