Sir Dave Brailsford Resmi Tinggalkan Jajaran Direksi Manchester United

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sir Dave Brailsford secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya di jajaran direksi Manchester United setelah membantu proses transisi kepemimpinan di bawah kendali INEOS. Pengumuman hengkangnya orang kepercayaan Sir Jim Ratcliffe ini dikonfirmasi melalui dokumen Companies House pada Kamis (7/5/2026).

Mantan direktur UK Cycling tersebut sebelumnya didatangkan ke Old Trafford saat Sir Jim Ratcliffe menyelesaikan pembelian 27,7 persen saham klub. Meski sempat terlibat intensif dalam operasional harian, peran Brailsford perlahan mulai berkurang sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan dewan direksi.

Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan melalui platform X bahwa Brailsford kini kembali berfokus sepenuhnya pada strategi multi-olahraga grup INEOS. Kepindahan ini diklaim oleh pihak internal INEOS sebagai bagian dari rencana jangka panjang yang telah ditetapkan sejak awal proses akuisisi.

“Sir Dave Brailsford has officially left Manchester United’s board, Companies House confirms. Understand he has not been actively involved for some time. Plan was always to bring him to #MUFC in a day-to-day role as part of the transition to an INEOS-led sporting team at Old Trafford.” tulis Jacobs.

Dalam laporannya, Jacobs juga menekankan bahwa fokus utama sang direktur saat ini adalah mengelola portofolio olahraga INEOS secara lebih luas. Hal ini mengonfirmasi selesainya peran administratif Brailsford dalam struktur manajemen Setan Merah.

“However, Brailsford is now once again focused on INEOS’ multi-sports strategy, which INEOS insiders insist was always the long-term plan.” tulis Jacobs dalam unggahan tambahannya.

Di sisi lain, manajemen Manchester United dikabarkan merasa puas dengan kebijakan transfer pemain yang terjadi selama masa transisi tersebut, termasuk penjualan Alejandro Garnacho ke Chelsea senilai 40 juta poundsterling. Mantan kepala pemandu bakat klub, Mick Brown, memberikan pandangannya terkait kesuksesan finansial dari kesepakatan tersebut.

“Man United are delighted with the deal for Garnacho.” ujar Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Brown menilai keputusan melepas pemain timnas Argentina itu terbukti tepat karena sang pemain dinilai gagal memberikan konsistensi di klub barunya. Pihak klub diklaim segera menerima tawaran tersebut karena memang ingin melepas sang pemain dari skuad.

“When Chelsea came along offering to meet their asking price, £40million or around about that, they snapped their hand off because they wanted rid of him.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Menurut laporan Football Insider, situasi Garnacho di London Barat justru menjadi beban bagi Chelsea karena performanya tidak sesuai ekspektasi. Hal ini memperkuat keyakinan di internal Old Trafford bahwa langkah menjualnya adalah keputusan bisnis yang sangat menguntungkan.

“That should’ve been enough of a concern to Chelsea that there was a reason they wanted to sell him, but now they’re experiencing similar issues.” jelas Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Meskipun keputusan tersebut sempat menuai kritik dari penggemar saat pertama kali diumumkan, data di lapangan menunjukkan sebaliknya. Brown menegaskan bahwa performa sang pemain saat ini memvalidasi kebijakan yang diambil manajemen klub.

“He’s not consistent enough when he does play to justify a place in the side.” papar Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Chelsea awalnya berharap kepindahan ke lingkungan baru akan membangkitkan potensi terbaik pemain tersebut, namun kenyataannya belum membuahkan hasil. Hal ini memberikan kepuasan tersendiri bagi kubu Manchester United yang berhasil mendapatkan harga maksimal.

“Chelsea were obviously hoping a fresh start, new surroundings, new teammates, it might get the best out of him but that hasn’t happened.” ungkap Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Keberhasilan finansial dari penjualan pemain ini menjadi salah satu catatan penting di tengah perubahan struktur manajemen yang dilakukan INEOS. Keputusan tersebut kini dianggap sebagai langkah strategis yang tepat oleh para petinggi di Old Trafford.

“So from a Man United point of view, they got their asking price and he’s still struggling, so it’s justified their decision which wasn’t an entirely popular one at the time.” pungkas Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.