Jakarta (ANTARA) - Konsorsium Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) resmi membuka pendaftaran tahun 2026 dengan melibatkan 27 perguruan tinggi negeri (PTN) dan menyediakan 20.035 kursi untuk 1.013 program studi.
Ketua Panitia SMM PTN-Barat 2026 Ibrahim mengatakan, minat masyarakat terhadap jalur mandiri terus meningkat. Sejak peluncuran pada pekan lalu, jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 2.000 orang, meski hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Teks (SNBT) belum diumumkan.
"Tahun lalu kami menerima hampir 30.000 pendaftar, tahun ini kami menargetkan 32.000 peminat," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ibrahim yang juga Rektor Universitas Bangka Belitung itu menjelaskan, peserta dapat memilih program studi lintas wilayah tanpa dibatasi lokasi ujian. Seleksi mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, hingga Jawa bagian barat.
"SMM ini kita selenggarakan bersama-sama karena ingin menjamin bahwa ada proses transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi di antara para peserta," katanya.
Panitia juga memastikan seluruh mekanisme seleksi mulai dari daya tampung, pembobotan soal, hingga masa sanggah diumumkan secara terbuka melalui situs resmi SMM PTN-Barat.
Selain itu, pelaksanaan seleksi juga akan selesai lebih cepat sesuai arahan pemerintah, di mana seluruh rangkaian penerimaan dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2025.
"Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sudah menggariskan bahwa penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak boleh melebihi Juli, maka rangkaian kita bahkan maju lebih sebulan," ucap Ibrahim.
Baca juga: Mengenal SMMPTN-Barat, jalur mandiri ke PTN di wilayah barat Indonesia
Dalam pelaksanaannya, panitia juga menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi proses seleksi guna mencegah praktik kecurangan seperti joki ujian.
Ibrahim menjelaskan, modus kecurangan yang diantisipasi di antaranya penggunaan identitas palsu, kamera tersembunyi di alat tulis, hingga alat komunikasi mini di telinga peserta.
"Proses screening ketika mereka mau masuk ruang ujian itu menjadi salah satu yang paling krusial menurut kami," ucapnya.
Seleksi tahun ini sepenuhnya menggunakan sistem berbasis komputer atau computer based test (CBT) dan dapat diikuti peserta dari lokasi manapun secara daring. Panitia juga membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan lama, di mana sejumlah kampus dalam konsorsium menerima peserta lulusan lima hingga 10 tahun terakhir.
"Kita ini semangatnya memberi akses pendidikan seluas-luasnya. Ada sebagian orang yang mungkin belum terpikir kuliah karena keadaan ekonomi, lalu baru ingin kuliah di tahun keempat atau kelima," ucap Ibrahim.
Beberapa kampus yang membuka kesempatan tersebut antara lain Universitas Jambi, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudra, UPN Veteran Jakarta, serta sejumlah kampus seni seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.
Adapun biaya pendaftaran SMM PTN-Barat tahun ini ditetapkan sebesar Rp375 ribu dan tidak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Ibrahim mengemukakan, tiga kampus dengan daya tampung terbesar dalam konsorsium tahun ini adalah Universitas Riau, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Jambi.
Baca juga: Anggota DPR ingatkan jalur mandiri PTN jangan rugikan PTS
"Untuk program studi favorit, jurusan kedokteran masih menjadi primadona, disusul ilmu komunikasi, hubungan internasional, dan hukum," tuturnya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·