SpaceX Siapkan IPO Jumbo demi Proyek Kolonisasi Mars

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Perusahaan antariksa SpaceX bersiap melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun 2026 di bursa saham untuk mendanai misi kolonisasi luar angkasa. Langkah korporasi besar ini terungkap melalui dokumen pengajuan resmi perusahaan yang dirilis pada Rabu.

Rencana melantai di bursa tersebut dilansir dari Money, yang menyebutkan bahwa perusahaan milik Elon Musk ini mengincar penghimpunan dana segar lebih dari 25 miliar dollar AS. Keberhasilan aksi korporasi ini berpotensi mendongkrak valuasi SpaceX hingga menembus angka 1 triliun dollar AS.

Langkah pencarian dana di pasar modal ini tetap berjalan meskipun SpaceX masih membukukan kerugian besar. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan mencatatkan kerugian sebesar 2,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 45,9 triliun sepanjang tahun lalu, dengan total pendapatan mencapai 18,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 330,7 triliun.

Manajemen SpaceX menjelaskan bahwa seluruh dana yang didapatkan dari IPO akan dialokasikan penuh untuk mendanai ambisi jangka panjang mereka di luar angkasa. Perusahaan memiliki visi besar untuk memindahkan manusia ke Bulan dan Mars sebagai langkah preventif demi menjaga keberlangsungan peradaban umat manusia.

"Kami tidak ingin manusia mengalami nasib yang sama seperti dinosaurus," tulis SpaceX dalam dokumen prospektusnya.

Ambisi besar pendiri perusahaan juga tercermin dalam skema remunerasi yang diatur dalam dokumen emisi tersebut. Hak kompensasi saham untuk Elon Musk secara spesifik dikaitkan dengan keberhasilan pembangunan koloni manusia permanen di Planet Merah.

Dokumen itu menyebut Musk baru akan menerima sebagian insentif saham jika berhasil membangun koloni manusia permanen di Mars dengan setidaknya satu juta penduduk.

Jika target kapitalisasi pasar dan kolonisasi tersebut tercapai, kekayaan Musk yang saat ini berada di angka 839 miliar dollar AS versi Forbes berpotensi melonjak tajam. Kondisi tersebut bisa menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

Kinerja keuangan SpaceX saat ini ditopang oleh performa lini bisnis internet satelit mereka, Starlink, yang mencatatkan laba operasional sebesar 4,4 miliar dollar AS dari 10 juta pelanggan di 150 negara. Namun, bisnis tersebut harus menanggung beban dari unit media sosial X dan perusahaan kecerdasan buatan xAI yang baru diakuisisi dan masih mengalami kerugian besar.

Selain itu, ketergantungan SpaceX pada kontrak pemerintah federal Amerika Serikat senilai 6 miliar dollar AS dalam lima tahun terakhir turut menjadi sorotan investor. Kendali penuh juga dipastikan tetap berada di tangan Musk melalui kepemilikan saham kelas khusus yang memberikan hak 10 suara untuk setiap satu lembar saham.

"Ini akan membatasi atau menghalangi kemampuan Anda untuk memengaruhi urusan perusahaan dan pemilihan direksi kami," tulis SpaceX dalam peringatan kepada calon investor.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, SpaceX akan memulai rangkaian presentasi atau road show kepada para calon investor pada 4 Juni mendatang.