Stade Toulousain berhasil meraih kemenangan telak 51-27 atas RCT (Toulon) dalam laga pekan ke-23 Top 14 yang berlangsung di Stadion Velodrome, Marseille, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026.
Kemenangan dominan ini diwarnai dengan torehan enam essai dari Toulouse, sekaligus membalas kekalahan memalukan mereka saat menghadapi Clermont pada pertandingan sebelumnya menurut laporan L'Equipe.
Asisten pelatih tim depan Toulouse, Virgile Lacombe, menyatakan kepuasannya terhadap efektivitas strategi yang diterapkan oleh para pemain di lapangan hijau selama pertandingan berlangsung.
"Sur la gestion du jeu, la capacité à prendre les points qui se présentaient et à faire les bons choix stratégiques, on a été très sérieux," amati Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Pihak staf pelatih menekankan pentingnya penguasaan bola untuk membongkar pertahanan lawan yang menjadi kunci utama kesuksesan tim pada laga prestisius tersebut.
"On a essayé de conserver le ballon et de trouver des failles. C'est exactement le jeu qu'on veut mettre en place," lanjut Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Lacombe juga memberikan komentar khusus mengenai performa Antoine Dupont yang sengaja diberikan porsi latihan berat agar tetap fokus pada performa individunya.
"Antoine travaille, on ne le ménage pas beaucoup," ungkap Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Tim pelatih berupaya menciptakan simulasi kelelahan ekstrim bagi Dupont guna memastikan sang pemain tetap mampu mengambil keputusan krusial di bawah tekanan tinggi.
"On essaie de le mettre dans des conditions de fatigue, de lui faire vivre des situations dures à l'entraînement, où il doit faire les bons choix, parce qu'on a le sentiment que c'est ce dont il a besoin aujourd'hui," jelas Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Penunjukan kapten tim pun dialihkan kepada Jack Willis untuk membantu Dupont melepaskan beban kepemimpinan sementara waktu dan berkonsentrasi pada pemulihan insting bermainnya.
"L'idée était d'avoir comme capitaine un joueur comme Jack (Willis) qui puisse faire le lien entre les joueurs qui étaient là pendant les doublons et les internationaux qui sont revenus après," terang Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Keputusan teknis ini terbukti efektif dalam memberikan ruang bagi pemain bintang mereka untuk kembali ke performa terbaiknya setelah pulih dari cedera panjang.
"Et c'est vrai que ça permettait aussi à Antoine de se concentrer sur lui-même," pungkas Virgile Lacombe, Asisten pelatih tim depan.
Romain Ntamack yang tampil gemilang dengan distribusi bola dan akurasi tendangan penalti mengakui adanya evaluasi mendalam di internal tim pasca kekalahan dari Clermont.
"On se devait de se racheter après ce match contre Clermont qui n'était pas digne de nous," cetus Romain Ntamack, Pemain Toulouse.
Ntamack menegaskan bahwa komunikasi intensif antar pemain selama dua pekan terakhir menjadi fondasi utama bagi kebangkitan kolektif tim di Marseille.
"On voit que tout le travail effectué depuis quinze jours et les longues discussions qu'on a eues entre nous ont porté leurs fruits. La stratégie était de tenir le ballon et de se lâcher. C'est ce qu'on a réussi. Surtout, on a fait les choses collectivement. On ne s'est jamais désolidarisés, même quand on a pris un essai en contre en début du match," urai Romain Ntamack, Pemain Toulouse.
Rekan duetnya, Antoine Dupont, menekankan pentingnya membuang keraguan dan kembali percaya pada kemampuan tim yang telah memenangkan banyak gelar juara.
"Il faillait juste arrêter de calculer, de se poser des questions, de douter, parce que les joueurs qui ont perdu des matches ces dernières semaines sont les mêmes que ceux qui ont gagné tant de titres ces dernières semaines," kata Antoine Dupont, Pemain Toulouse.
Di sisi lain, manajer Toulon, Pierre Mignoni, menunjukkan kekesalannya saat menanggapi atmosfer stadion yang justru banyak didominasi oleh pendukung tim lawan.
"Ça vous plaît, ça ?" respon Pierre Mignoni, Manajer Toulon.
Mignoni menegaskan bahwa kekalahan satu pertandingan tidak seharusnya membuat pihak-pihak terkait mempertanyakan kebijakan klub untuk terus bermain di Stadion Velodrome.
"Ça fait quand même quelques années qu’on joue au Vélodrome. Si, à setiap kali qu’on perd, on remet en question de venir jouer au stade Vélodrome… On ne va pas se répéter. Oui, on vient une fois par an. Le stade était plein. Bravo au Stade toulousain qui a gagné, qui mérite sa victoire," imbuh Pierre Mignoni, Manajer Toulon.
Meski menguntungkan secara finansial, Mignoni mengakui bahwa secara prestasi olahraga, bermain di Marseille tidak lagi memberikan hasil positif bagi timnya dalam tiga tahun terakhir.
"Économiquement, c’est très intéressant pour le club. Sportivement, ça l’a souvent été… Ça ne l’est pas depuis trois ans. Alors on va arrêter, qu’est-ce que vous voulez que je vous dise ? Je n’en sais rien. Posez la question au président," tutur Pierre Mignoni, Manajer Toulon.
Ia juga meyakini bahwa hasil pertandingan mungkin akan berbeda jika laga digelar di kandang asli mereka, Stadion Mayol, seperti pada pertemuan sebelumnya.
"Si on joue comme ça à Mayol, on n’aurait pas gagné. Ça, je vous le dis. L’année dernière, on les a joués à Mayol, en quart de finale (de Champions Cup, NDLR), ils nous ont battus à la fin (18-21, NDLR). On avait fait un autre match," tutup Pierre Mignoni, Manajer Toulon.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·