Jadi intinya...
- Stevan Pasaribu rilis lagu "Lama Tak Bermalam Minggu" pada 6 Mei 2026.
- Lagu ini potret kehidupan urban, kesendirian, dan rutinitas monoton.
- Kolaborasi dengan produser Swedia, Kennel Music, hadirkan sentuhan internasional.
Liputan6.com, Jakarta - Solois Stevan Pasaribu menyapa penggemar dengan merilis karya musik terbaru yang relate dengan kehidupan kaum urban masa kini. Stevan meluncurkan lagu berjudul “Lama Tak Bermalam Minggu” yang resmi diperkenalkan ke publik pada 6 Mei 2026.
Stevan Pasaribu menjelaskan makna di balik judul lagunya, yang menangkap potret kehidupan orang dewasa yang sering kali terjebak dalam hiruk-pikuk pekerjaan hingga melupakan sisi personal.
"'Lama Tak Bermalam Minggu' bercerita tentang seseorang yang menjalani kehidupan sehari-hari, layaknya berangkat pagi dan pulang larut malam, kembali ke rumah dalam keadaan sendiri tanpa ada yang menanti," ungkap Stevan Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Stevan memaparkan lebih lanjut bagaimana perasaan hampa itu muncul secara perlahan di tengah kesibukan yang padat. Rutinitas yang monoton ternyata mampu menciptakan ruang hampa di tengah kesuksesan karier yang sedang dijalani oleh seseorang.
"Rutinitas yang berulang itu perlahan menumbuhkan rasa kosong sekaligus harapan sederhana, membayangkan betapa indahnya jika ada seseorang yang menyambut terasa begitu berarti," sambungnya.
Kerja Sama dengan Produser Swedia
Eksplorasi musik Stevan kali ini terasa semakin matang dengan sentuhan internasional yang kental pada aransemen. Dalam menggarap proyek ini ia berkolaborasi dengan tim produser luar negeri.
"Dalam proses produksinya, Stevan bekerja sama dengan Kennel Music yang berbasis di Stockholm, Swedia," aku Stevan.
Kolaborasi Lintas Negara dalam Lirik
Kerja sama lintas negara ini membawa angin segar bagi diskografi Stevan yang dikenal melalui balada-balada emosional. Ada sentuhan modern yang membuat lagu ini terdengar lebih dinamis namun tetap memiliki ruh serta kedalaman makna yang kuat.
“Kolaborasi ini memberikan warna musik fresh dengan potongan lirik berbahasa Inggris, sekaligus memperkuat kedalaman rasa dalam lagunya,” jelasnya.
Tak hanya merilis lagu dalam format audio, Stevan juga melengkapi karya terbarunya dengan video musik. Visual yang ditampilkan dirancang untuk memperkuat pesan kesendirian dan rutinitas tanpa jeda, yang ingin disampaikan kepada penonton.
Ingin Merangkul Mereka yang Kesepian
Melalui tembang terbaru ini, Stevan ingin merangkul mereka yang saat ini mungkin masih berjuang dengan rasa sepi di tengah keramaian dunia. Ia percaya bahwa perasaan tersebut adalah hal yang sangat manusiawi dan banyak dialami oleh kaum dewasa yang sibuk bekerja.
"Tidak apa-apa jika hari ini belum memiliki pasangan, karena setiap orang punya waktunya masing-masing. Jika belum datang sekarang, mungkin waktu sedang memberi, agar semuanya hadir di saat yang paling tepat," ucap Stevan Pasaribu.
Antrean Audisi DA8 Jakarta Mengular, Melly Lee dan Tasya DA7 Beri Semangat
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·