Stevia vs Agave, Mana Pemanis yang Paling Baik untuk Kadar Gula Darah?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Memilih pemanis yang tepat sangat krusial untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Para ahli merekomendasikan satu jenis pemanis alami yang menurut mereka terbaik! Apa ya?

Kadar gula dalam darah manusia penting untuk selalu dikendalikan. Gula darah hadir dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, terutama yang mengandung karbohidrat. Proses ini terjadi melalui pencernaan di mana karbohidrat dipecah menjadi glukosa yang kemudian diserap oleh susu halus dan dialirkan ke seluruh sel tubuh melalui darah.

Selain dari luar tubuh, di dalam tubuh manusia juga bisa menghasilkan gula darah sendiri. Misalnya hati yang menyimpan gula (glikogen) dan melepaskannya ke dalam darah saat tubuh membutuhkannya, misalnya saat puasa atau tidak makan dalam waktu lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadar gula darah ini juga perlu dijaga agar selalu dalam batas normal untuk mencegah komplikasi serius. Gula darah stabil sanga penting sebagai sumber energi utama organ tubuh serta mencegah kondisi berbahaya.

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, asupan gula dalam tubuh juga perlu diperhatikan. Para ahli mengungkap pentingnya menghindari gula pasir dan menggantinya ke pemanis alami lainnya.

Lantas, pemanis alami apa yang dimaksud? Dilansir dari prevention.com (27/3), berikut penjelasannya.

1. Ganti sirup agave

Agave nectar running off a metal spoon.Agave nektar bisa menjadi pengganti gula pasir yang lebih sehat. Foto: iStock

Para ahli yang disebutkan oleh situs tersebut merekomendasikan banyak orang, terutama penderita diabetes, untuk mencoba agave.

Agave merupakan nektar atau pemanis alami berasal dari tanaman sukulen agave yang banyak tumbuh di Meksiko. Sirup agave ini populer menjadi pengganti gula atau madu karena rasanya 1,5 kali lebih manis dengan tekstur lebih encer. Sirup ini juga sering digunakan sebagai pemanis vegan dalam makanan dan minuman.

Menurut ahli Courtnet Pelitera, MS, RDN, sirup agave memiliki indeks glikemik sangat rendah, rata-rata hanya sekitar 20. Artinya bisa dicerna lebih lambat dibandingkan gula pasir dan akan berdampak kecil pada kadar gula darah.

Sedangkan gula pasir punya indeks glikemik lebih tinggi sekitar 80, sehingga diproses lebih cepat oleh tubuh.

Agave punya indeks glikemik rendah karena mengandung sekitar 80% fruktosa dan 20% glukosa dibandingkan dengan gula pasir yang perbandingannya 50/50.

"Molekul fruktosa harus dimetabolisme terlebih dahulu di hati, yang mengurangi lonjakan kadar gula darah," jelas ahli Antik Shahm MD.

2. Stevia juga bisa jadi pilihan

Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula DarahStevia juga bisa menjadi pilihan yang tepat karena nol kalori. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

Sebagai pilihan lain, ahli Palitera juga menyarankan untuk mencoba stevia.

Stevia diekstrak dari daun tanaman stevia rebaudiana yang lebih rendah kalori ketimbang gula biasa, serta tidak mengandung karbohidrat sehingga baik dikonsusi penderita diabetes.

Pemanis alami ini juga telah dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes dan tekanan darah tinggi.

Tetapi, rasanya cenderung berbeda dari gula biasa. Jika tidak diolah dengan baik, gula stevia bisa menimbulkan rasa pahit yang mungkin kurang disukai oleh sebagian orang.

Secara umum gula ini dianggap relatif aman sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes melitus. Tetapi asupannya tetap perlu dibatasi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas maksimal penggunaan harian stevia adalah 4 miligram per kilogram berat badan.

3. Lantas, pemanis alami mana yang lebih baik?

Dr. Shah mengungkap pemanis alami, seperti madu, sirup agave, atau stevia memang tidak lebih sehat. Namun bisa menjadi pilihan lebih baik jika digunakan dalam jumlah sedang.

Stevia memiliki indeks glikemik nol yang tidak meningkatkan kadar gula darah. Stevia juga pemanis alai tanpa kalori dan karbohidrat. Sedangkan agave nektar tetap mengandung indeks glikemik, meski berjumlah rendah yang bisa menyebabkan kenaikan gula darah.

Kalau ingin menjaga gula darah tetap stabil, lebih baik gunakan stevia. Sirup agave tetap bisa digunakan tetapi jumlahnya harus sangat terbatas supaya gula darah tetap terkontrol.

(aqr/adr)