Jakarta -
Presiden Prabowo membawa Pindad Maung saat berkunjung ke Filipina. Kendaraan taktis (rantis) buatan Pindad yang bunya ragam jenisnya ini sudah diproduksi ribuan unit.
"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam siaran resmi, Kamis (7/5).
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa penggunaan Maung pada KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional, dan kemajuan teknologi industri Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," lanjut Teddy.
"Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia," tandasnya.
Untuk saat ini, ada beberapa bentuk MV3 yang telah diproduksi oleh Pindad. Yang paling sering muncul adalah Maung Tangguh. Maung Tangguh merupakan varian dengan atap terbuka, dapat mengangkut 4 orang personel. Lalu ada Maung MV3 Komando yang dilengkapi dengan atap Hard Top, dan juga Maung MV3 Jelajah yang dilengkapi dengan atap Soft Top.
MV3 Maung Tangguh Foto: dok. PT Pindad
Selanjutnya, Pindad juga telah memproduksi Maung MV3 Irup. Maung MV3 Irup merupakan Maung MV3 Varian Tangguh yang dimodifikasi untuk kebutuhan Upacara atau Seremonial. Modifikasi yang dilakukan adalah membuat platform datar untuk berdiri dengan menghilangkan seluruh jok menyisakan milik pengemudi. Selain itu, keseluruhan body kendaraan bersifat terbuka dan Tubular body kendaraan dimanfaatkan sebagai pijakan tangan. Untuk platform datar di dalam kendaraan ditutup dengan karpet merah, menunjang sebagai kendaraan kehormatan untuk kegiatan seremonial. Terakhir, ada tangga yang terletak di belakang kendaraan untuk platform menaiki kendaraan.
Kemudian ada Maung MV3 Mobile Jammer. Maung MV3 Mobile Jammer dirancang sebagai sistem anti-drone mobile yang mampu menetralisir ancaman drone secara cepat dan akurat. Kendaraan ini dilengkapi dengan jammer drone sebagai senjata soft kill dan senjata SMB SM5 A1 kaliber 12,7 mm sebagai senjata hard kill.
Maung MV3 Foto: Dok. Kementerian Pertahanan
Kemudian kendaraan dinas yang sering dipakai Presiden Prabowo, Maung MV3 Garuda Limousine. MV3 Garuda Limousine dirancang khusus untuk kendaraan kepresidenan. Mobil itu berbasis Maung MV3 tapi tampil lebih mewah dan dilengkapi bodi serta kaca antipeluru untuk keamanan Presiden.
Presiden Prabowo menggunakan mobil Maung Garuda saat kunjungan ke Filipina. (Instagram/Sekretariat Kabinet) Foto: Instagram/Sekretariat Kabinet
Pindad sempat mengembangkan mobil listrik bernama Morino EV. Dikutip dari situs resmi Pindad, Morino EV adalah kendaraan taktis ringan roda 4 berbahan bakar elektrik yang ditujukan untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi. Dibekali dengan penggerak daya elektrik dengan daya 160 HP / 125kW, Morino EV mampu dipacu dengan kecepatan aman 100 km/jam. Dengan kapasitas baterai 292 V (150.000 mAh), Morino EV mampu menjangkau jarak tempuh hingga 170 km. Namun, tampaknya mobil listrik Morino EV baru sekadar prototipe, belum diproduksi massal.
(riar/din)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·