Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan Indonesia dan Filipina terus meningkatkan kerja sama bidang pertahanan, terutama di sektor industri.
"Ada beberapa pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yang dipakai oleh pihak Filipina dan itu yang ingin kami tingkatkan kerja samanya," kata Sugiono setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Filipina Theresa Lazaro di Jakarta, Kamis.
Sugiono mengatakan Indonesia membuka peluang bagi Filipina untuk melakukan pengadaan alat pertahanan buatan Indonesia melalui mekanisme pengadaan yang berlaku.
"Kami juga menawarkan kemungkinan-kemungkinan untuk mereka bisa procure alat pertahanan dari Indonesia, tentu saja dengan itu semua melalui mekanisme internalnya," tambahnya.
Baca juga: Menlu RI perkuat dialog pertahanan dan ekonomi dengan Polandia
Selain itu, Sugiono mengatakan kedua pihak membahas keberadaan orang keturunan Indonesia dan Filipina di kedua negara, mengingat kedekatan wilayah yang mendorong perpindahan penduduk secara tradisional sejak lama.
"Kita ketahui bersama etnis yang ada antara suku-suku kita, khususnya di Sulawesi Utara dan di Filipina, itu banyak yang secara hubungan adalah keluarga. Jadi, kita berhasil melakukan proses registrasi dan identifikasi," katanya.
Melalui proses registrasi dan identifikasi, kata Sugiono, tercatat sekitar 8.000 orang keturunan Indonesia dan sekitar 800 orang keturunan Filipina selanjutnya akan diberikan hak sesuai kewarganegaraan masing-masing.
Baca juga: Indonesia-Prancis sepakat perkuat kerja sama pertahanan
Menlu RI Sugiono dan Menlu Filipina Theresa Lazaro mengadakan pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina di Jakarta, Kamis.
Kemlu RI menyatakan Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Asia Tenggara, dengan nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai 12,02 miliar dolar AS (Rp207,6 triliun).
Filipina juga merupakan mitra penting dalam penguatan ketahanan energi serta termasuk sebagai pasar ekspor batu bara terbesar Indonesia di kawasan.
Indonesia dan Filipina juga bekerja sama dalam bidang energi dan mineral strategis, termasuk melalui Indonesia-Philippines Critical Minerals Partnership dan nickel alliance untuk memperkuat rantai pasok global dan industri hilir.
Baca juga: Indonesia-Turki perkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan EV
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·