Suzuki Target Buka 7 Diler Motor Baru Lagi hingga Akhir Tahun 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
5 diler motor Suzuki terbaru beroperasi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Teuku Agha membeberkan rencana perusahaan untuk memperluas ekspansi jaringan purna jual sepeda motor hingga akhir 2026 ini.

Saat ini, divisi roda dua Suzuki telah memiliki 82 cabang dengan konsep 3S (Sales, Service, Spare Part), yang mana 5 di antaranya baru saja dibuka di wilayah Solo, Depok, Tambun, Surabaya, hingga Cakung.

"Mungkin tambah 5 atau 7 lagi. Adanya diler baru ini artinya produk Suzuki terutama yang baru-baru sudah mulai diterima masyarakat. Meski memang saat ini hampir semuanya (produk motor) masih dibawa dari luar negeri," buka Agha dihubungi kumparan, Senin (27/4/2026).

Diakuinya, model-model yang tengah menjadi primadona di masyarakat adalah Burgman Street 125, kemudian Access 125, hingga Satria terbaru.

5 diler motor Suzuki terbaru beroperasi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

"Burgman itu sejak meluncur konsisten bisa 300 sampai 500 (unit) per bulannya. Jadi kita masih pede, Suzuki berusaha tetap eksis di Indonesia," jelas Agha.

Agha mengungkapkan muncul perubahan fenomena pembelian motor Suzuki belakangan ini. Ia melihat mayoritas karakter pembeli produknya memiliki latar belakang matang secara preferensi dan pemilihan model yang akan dibeli.

"Melihat harganya segitu, pembeli sekarang mungkin adalah mereka yang punya penghasilan matang baik itu laki-laki atau perempuan. Satria itu masih ada yang minat lho," paparnya.

Percepatan pembangunan jaringan purna jual Suzuki bukan tanpa alasan. Mengacu keterangan resmi Suzuki, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2024/2025, jumlah sepeda motor di sejumlah provinsi utama tercatat terus meningkat.

5 diler motor Suzuki terbaru beroperasi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

Detailnya di Jawa Barat tumbuh 3,91 persen, Jawa Tengah 3,57 persen, Jawa Timur 3,44 persen, dan DKI Jakarta 2,28 persen. Angka ini mencerminkan mobilitas masyarakat khususnya di wilayah urban dan penyangga yang masih bergantung pada roda dua.

Dari sisi teknis, Suzuki juga coba menjaga standar layanan tetap konsisten. Jaringan ini didukung mekanik bersertifikasi global melalui Suzuki Service Qualification System (SSQS), serta penggunaan perangkat Suzuki Diagnostic System II (SDS II) untuk memastikan proses perawatan berjalan optimal.