Sydney FC berhasil mengamankan tiket menuju babak Grand Final Isuzu UTE A-League musim 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Newcastle Jets melalui adu penalti di Stadion McDonald Jones pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Kemenangan dramatis klub berjuluk Sky Blues tersebut diraih setelah agregat pertandingan semifinal leg kedua berakhir imbang 2-2 dari hasil waktu normal dan perpanjangan waktu.
Sydney FC sempat memimpin lewat gol pemain muda Piero Quispe pada menit ke-64, namun disamakan oleh pemain Newcastle Jets Eli Adams yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Kiper Sydney FC Harrison Devenish-Meares berhasil menepis tendangan penalti pemain sayap Jets Xavier Bertoncello, sebelum bek Ben Garuccio memastikan kemenangan penalti dengan skor 4-2.
Kekalahan ini memupus harapan Newcastle Jets untuk meraih treble bersejarah musim ini setelah sebelumnya berhasil memenangi gelar Australia Cup dan trofi Premiers Plate.
Dilansir dari sumutpost.id, Newcastle Jets mengakhiri musim reguler 2025–2026 di posisi pertama dengan 48 poin, sedangkan Sydney FC lolos ke semifinal setelah finis kelima dan menang 1-0 atas Melbourne Victory di babak eliminasi.
Pertandingan penentu di markas Jets tersebut diperkirakan dipadati oleh lebih dari 23.000 penonton, termasuk kembalinya kelompok suporter aktif bernama Squadron.
Pelatih Kepala Newcastle Jets Mark Milligan menyampaikan rasa bangganya atas semangat juang para pemain meskipun hasil akhir laga terasa sangat mengecewakan.
"We fell short, and they need to remember this moment," kata Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Milligan menekankan pentingnya momen kekalahan dramatis di kandang sendiri ini sebagai pelajaran terbesar bagi perkembangan tim di masa mendatang.
"Because if you want to be a team that is successful, then you need to make sure you learn from the biggest lesson, which was tonight," tambah Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Ia juga menyoroti bagaimana para pemainnya berhasil melewati berbagai kesulitan sepanjang musim untuk membangun budaya tim yang kuat.
"All these boys have their own story. All these boys have mainly seen probably hardship, to be totally honest," ujar Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Menurut Milligan, dedikasi dan kerja keras skuatnya setiap hari membuat dirinya merasa sangat terhormat bisa memimpin tim tersebut.
"This year they found a way to bring all that together and create a culture that was a winning culture, a culture where I wanted to go to work every day, not just them," tutur Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Sang pelatih memuji integritas para pemain yang dinilai saling mendukung sepenuhnya dan tumbuh bersama sebagai sebuah tim.
"A culture where they fully supported each other and grew as a team, and, like I said, that’s down to them, and how they approached it," cetus Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Sikap profesionalisme tim tetap terjaga meskipun sepanjang kompetisi mereka dihadapkan pada isu-isu serta tekanan masif di luar lapangan.
"There were so many opportunities for them to put all of this in the too hard basket, or let someone else do it, or sit back and not apply themselves, but at no stage should I ever feel that with that with this group," ucap Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Melalui momentum sulit ini, Milligan mengaku bahwa ia juga banyak belajar mengenai kapasitas dirinya sebagai seorang pelatih kepala.
"And there things that happened all season, as every team does. We deal with things that aren’t just football; the things people write, things people say," papar Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Kerja keras harian dari para pemain merupakan poin utama yang membuat manajer Jets tetap menaruh respek tertinggi kepada tim asuhannya.
"There was external pressures all year, and they dug in, worked hard, and wanted to give the best account of themselves every single day," ungkap Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Kegagalan Newcastle Jets melangkah ke partai puncak memastikan hak tuan rumah Grand Final kini jatuh ke tangan Auckland FC.
"So for that I’m so extremely proud that I was able to be a part of this group, and that I was able to learn about me as a head coach as well, whilst involved with this team," pungkas Mark Milligan, Head Coach Newcastle Jets.
Di kubu seberang, penentu kemenangan Sydney FC Ben Garuccio mengenang kembali memori final 2021 saat dirinya masih membela Melbourne City di bawah asuhan Patrick Kisnorbo.
"I was on the other side in 2021, and so was PK," tutur Ben Garuccio, Pemain Sydney FC kepada AAP.
Kisnorbo bertindak sebagai pelatih interim Sydney FC sejak menggantikan Ufuk Talay pada Maret lalu, sehingga momen ini menjadi reuni unik bagi keduanya.
"I know PK's had a couple of finals since and hasn't won, so I'm sure he's going to be wanting to get that trophy," jelas Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Garuccio menambahkan bahwa prinsip dasar yang diterapkan sang pelatih tetap sama sejak dahulu.
"He's the same, to be honest. The fundamentals are working hard and being together, and never letting anyone bully you," tukas Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Pemain berusia 30 tahun tersebut bergabung dengan Sydney FC pada September setelah klub sebelumnya, Western United, dicabut lisensinya akibat masalah finansial.
"Joining Sydney FC, it was a little bit different to when I joined Western," aku Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Ia mengaku sudah mengetahui ekspektasi tinggi yang diemban ketika memutuskan untuk berseragam Sydney FC.
"When I came to Sydney, I knew the expectations of the club was to be the best team in the A-League," sela Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Garuccio juga membagikan wejangan kepada para pemain muda di tim mengenai langkanya kesempatan bermain di laga final.
"I spoke to a couple of the younger players, Akol Akon, 16 years old, and playing in a grand final," cerita Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Ia mengingatkan rekan-rekan mudanya untuk memanfaatkan momentum berharga ini dengan sebaik-baiknya.
"I just started to say, like these moments, maybe you can count them on one hand in your career. Maybe once, twice, three times max," beber Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Pemain bernomor punggung mentereng ini menutup pernyataannya dengan menegaskan keindahan atmosfer pekan final.
"You've got to make the most of these moments," tegas Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Garuccio menyatakan bahwa pekan menuju laga puncak merupakan momen terbaik dalam satu musim kompetisi resmi.
"This week is going to be a great week. Grand final week is the best week of the season," urai Ben Garuccio, Pemain Sydney FC.
Sementara itu, pelatih Sydney FC Patrick Kisnorbo menyatakan bahwa atmosfer riuh di dalam stadion merupakan hal biasa dan memilih agar timnya fokus.
"It’s outside noise, to be honest. Crowds will always be crowds, whether you’re at home, you’re away, that’s part of the game. We just got to focus more on the football instead of the occasion." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC seperti dilansir dari harianbasis.co.
Pernyataan dari Kisnorbo tersebut dibarengi dengan pujiannya terhadap pelatih lawan, Mark Milligan, yang dinilai berhasil membawa timnya bangkit.
"Sangat menyenangkan melihat pelatih muda lainnya menerapkan kemampuannya," kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.
Di sisi lain, para pemain muda jebolan akademi Newcastle Jets seperti Alex Nunes, Will Dobson, dan Max Cooper turut bersuara mengenai laga besar ini.
"Sangat menyenangkan melihat pelatih muda lainnya menerapkan kemampuannya," kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.
Nunes mengenang atmosfer luar biasa stadion tersebut saat ia masih kecil menyaksikan laga semifinal dan final terdahulu.
"As a kid growing up in Newcastle, those memories stick with you forever. The semi-final against Melbourne City was incredible, but the grand final (against Melbourne Victory) was probably the loudest I’ve ever heard McDonald Jones Stadium," ujar Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.
Momen emosional masa kecil tersebut menginspirasi generasi muda daerah setempat untuk bisa membela tim utama di kemudian hari.
"When you’re a young kid, those are the moments that make you dream of one day wearing the first-team shirt," kata Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.
Gelanggang pengalaman menyaksikan laga besar itu diakui sangat membantu dirinya dalam mengelola emosi di lapangan hijau.
"Big-game experience helps a lot, especially in learning how to manage your emotions and the intensity when the stadium is packed," ujar Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.
Nunes meyakini bahwa kehadiran puluhan ribu penonton di tribun memberikan dampak yang sangat positif bagi mentalitas seluruh tim.
"The crowd gives you energy and confidence, and I think as a group we’ve shown we can step up in those moments," ujar Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.
Rekan setimnya yang masih berusia 18 tahun, Will Dobson, juga ikut memberikan kesannya mengenai keriuhan atmosfer pertandingan.
"The atmosphere was crazy for both games, sold out crowds, it was just amazing to experience," kata Will Dobson, Pemain Newcastle Jets.
Dobson menilai pertandingan derbi melawan Central Coast Mariners menjadi momen paling istimewa bagi timnya musim ini.
"Playing in front of a big crowd against the Mariners was unbelievable because it was a derby game and we lifted the Premiers Plate, which made it feel extra special," kata Will Dobson, Pemain Newcastle Jets.
Pemain muda lainnya, Max Cooper, turut memberikan pandangannya mengenai momen bersejarah saat ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga derbi.
"The experience was incredible, (as a local kid) and seeing so many fans out supporting us lift our first premiership trophy, plus coming on as a sub in a derby in front of over 20,000 people is a moment that will never sink in," ujar Max Cooper, Pemain Newcastle Jets.
Bagi Sydney FC, pertandingan final mendatang akan menjadi penampilan kedelapan mereka di panggung Grand Final sepanjang sejarah klub.
Auckland FC yang lolos setelah mengalahkan Adelaide United dengan agregat 4-1 berhak menjadi tuan rumah di Stadion Go Media karena peringkat reguler yang lebih tinggi.
Pertandingan pamungkas antara Auckland FC melawan Sydney FC dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 20.10 waktu setempat Selandia Baru.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·