Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata periode 2015-2016 Sylviana Murni menyebut laki-laki bukanlah kompetitor melainkan mitra yang dapat menjadi rekan belajar.
"Pria itu bukan kompetitor. Tetapi mitra yang harus saling belajar. Itu yang penting," kata dia dalam siniar yang diadakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, di Jakarta, Selasa.
Sylviana yang pernah mengemban setidaknya 11 jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu mengatakan, dirinya menganggap sang suami sebagai malaikat tanpa sayap. Sosok yang mendorong istrinya produktif.
"Suami yang selalu mendorong istrinya. Tidak menjadikan istrinya adalah kompetitor. Yang mendorong sampai dengan potensinya. Kenapa dia berpikir sangat zalim kalau dia merasa istrinya punya potensi, kemudian dilarang," kata dia.
Selama berkecimpung di dunia birokrasi selama sekitar 31 tahun, dia mengakui masih ada tantangan struktural yang dihadapi perempuan. Dalam menghadapi tantangan ini, dia menyarankan perempuan agar menguatkan kapasitas diri.
"Penguatan kapasitas diri. Self leadership melalui pendidikan dan kompetensi. Bekerja secara profesional, disiplin. Salah satu profesionalisme itu adalah disiplin. Untuk bisa menjadi seorang yang profesional sekolah sampai mentok. Makanya sekolah itu tidak berhenti," ujarnya.
Selain penguatan kapasitas diri, mantan anggota DPD RI itu juga menyarankan para perempuan membangun kredibilitas yang berbasis kinerja, berkolaborasi, dan berjejaring.
"Saya punya jabatan-jabatan yang punya koneksi kemana-mana. Alhamdulillah, saya jaga betul. Saya merasa bahwa perempuan, memang tidak bisa jalan sendiri kalau tidak berkolaborasi. Apalagi perempuan metropolitan. Saat ini harus adaptif tetapi tidak kehilangan jati diri sebagai perempuan yang beretika dan bermartabat," tuturnya.
Baca juga: Senator: DKI punya potensi besar kembangkan industri tanaman pangan
Baca juga: Sylviana: DPD RI penting untuk percepatan pembangunan daerah
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·