Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut kreativitas sebagai aset kaum muda dan mendorong anak-anak muda memanfaatkan aset itu untuk membangun usaha ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Saat menjadi pembicara dalam acara 9th Asia Pacific Young Leaders Convention (APYLC) di BINUS School Serpong pada Senin (20/4), Irene mendorong anak-anak muda memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghadirkan solusi.
"Dunia ini adalah permainan di mana kita harus menjadi penciptanya, bukan sekadar pemainnya. Jangan menunggu sistem atau orang lain untuk berubah, tetapi ambil lah kendali, gunakan teknologi seperti AI sebagai alat, dan bangunlah koneksi antar-manusia untuk menciptakan solusi nyata bagi masa depan dunia," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Selasa.
Konvensi APYLC bertema "Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures" merupakan wadah kolaborasi bagi siswa sekolah menengah atas Indonesia, Jepang, Tiongkok, dan Singapura.
Acara ini berfokus pada peningkatan keterampilan kepemimpinan, pertukaran budaya, serta pembangunan koneksi global melalui berbagai kegiatan.
Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan perlunya sinergi untuk meningkatkan kapasitas anak-anak muda agar mereka bisa menghadirkan solusi kreatif dan menjadi penggerak ekonomi digital.
"Anak muda tidak hanya butuh didengar, mereka butuh platform agar solusi kreatif mereka dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sebab sering kali, guru terbaik bagi kita semua adalah anak-anak," kata Irene.
Kementerian Ekonomi Kreatif melalui sinergi dengan BINUS School dalam penyelenggaraan APYLC ingin mencetak pemimpin masa depan berdaya saing global serta memacu generasi muda untuk membangun ekonomi kreatif.
Presiden BINUS School Education Michael Wijaya Hadipospito menyampaikan bahwa BINUS School Serpong punya misi mencetak generasi yang mampu memadukan kreativitas dengan inovasi digital guna mendukung komunitas dan masa depan ekonomi kreatif di Asia Pasifik.
Baca juga: Kemenekraf berkolaborasi dengan kampus perkuat talenta kreatif
Baca juga: "Ghost in the Cell" dijadikan ajang untuk memamerkan talenta kreatif
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·