Kecelakaan maut melibatkan armada taksi listrik Green SM dan kereta api di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Insiden yang memicu gangguan sistem perkeretaapian ini sedang didalami oleh Kementerian Perhubungan melalui pemanggilan pihak perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.
Seluruh korban jiwa dalam peristiwa tragis ini dilaporkan berjenis kelamin perempuan, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Tabrakan bermula ketika unit taksi Green SM terjebak di tengah rel hingga tertemper KRL Commuter Line, yang kemudian memicu tabrakan lanjutan oleh Kereta Argo Bromo Anggrek terhadap KRL yang sedang berhenti.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan kronologi awal gangguan yang terjadi di titik perlintasan tersebut. Penjelasan ini merujuk pada dugaan awal penyebab kacaunya jadwal perjalanan kereta di wilayah Bekasi.
"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa otoritas terkait telah menjadwalkan pertemuan dengan manajemen Green SM untuk meminta keterangan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti gangguan besar pada layanan transportasi publik tersebut.
"Mudah-mudahan kalau jadi hari ini harusnya," ucap Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Pihak Green SM melalui pernyataan resmi di media sosial menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Perusahaan menegaskan bahwa mereka bersikap kooperatif selama proses investigasi yang sedang berjalan oleh pihak berwenang.
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis Green SM.
Manajemen perusahaan juga menekankan komitmen mereka terhadap prosedur keselamatan operasional bagi seluruh pengguna layanan dan masyarakat umum. Saat ini belum ada kesimpulan resmi yang dikeluarkan terkait faktor utama penyebab taksi berada di tengah rel.
"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," demikian pernyataan Green SM.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·