Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Daerah bersama petani di Kabupaten Temanggung melaksanakan Tradisi Wiwit tanam tembakau menyambut tibanya musim tanam tembakau di salah satu lahan milik warga di lereng Gunung Sumbing, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Jumat.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan memasuki akhir April 2026, kondisi awal musim tanam dinilai cukup menantang. Petani masih sangat membutuhkan suplai air untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman.
"Di wilayah pegunungan, khususnya Sumbing bagian barat hingga arah Gunung Prahu, sebagian besar lahan sudah mulai ditanami karena ketersediaan air dinilai cukup terisi dari hujan sebelumnya," katanya.
Namun, katanya kondisi berbeda terjadi di wilayah Sumbing selatan dan area persawahan yang hingga kini masih belum memulai penanaman.
"Kekhawatiran utama muncul jika kemarau berlangsung panjang. Petani berharap saat musim kering benar-benar datang, tanaman sudah memasuki fase pertumbuhan menengah sehingga lebih tahan terhadap keterbatasan air," katanya.
Selain itu, katanya petani berharap curah hujan tidak terlalu tinggi ke depan. Karena proses pengeringan tembakau sangat bergantung pada kondisi cuaca kering. Stabilitas musim kemarau hingga akhir masa panen menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hasil produksi.
Baca juga: Tanaman tembakau di Temanggung capai sembilan ribu hektare
Meskipun target luas tanam seluas 13 ribu hektare masih menjadi acuan, sejumlah pihak mengaku tetap waspada, terutama untuk penanaman yang direncanakan berlangsung pada Mei. Berdasarkan perkiraan BMKG, terdapat potensi kekurangan air yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman.
Dengan kondisi tersebut, Bupati Temanggung mengatakan sinergi antara pemerintah, petani, dan mitra industri diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi tembakau Temanggung di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.
Bupati Agus Setyawan menambahkan pentingnya kolaborasi antara petani dan perusahaan, termasuk kemitraan yang dinilai mampu memberikan kepastian pasar dan peningkatan kualitas hasil tembakau.
Baca juga: Ratusan warga di Klakah Boyolali gelar tradisi wiwit tembakau
Baca juga: Petani di lereng Gunung Sindoro melaksanakan tradisi "wiwit" tembakau
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·