Pertamina NRE dukung langkah kolaboratif penyediaan kredit karbon

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak,

Jakarta (ANTARA) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mendukung langkah kolaboratif bersama para pemangku kepentingan dalam penyediaan kredit karbon demi mewujudkan gaya hidup rendah karbon yang inklusif bagi masyarakat.

“Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak,” kata Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Indira mengatakan, salah satu bentuk kolaborasi itu adalah kerja sama Pertamina NRE bersama IDXCarbon, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Jejakin melalui kampanye “AKU NET-ZERO HERO” yang diluncurkan pekan ini.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang membuat kontribusi individu menjadi lebih mudah, terukur, dan terhubung langsung dengan dampak nyata di lapangan,” ujar Indira.

Baca juga: Wamen LH ajak pengembang uji coba registri karbon baru

Adapun Pertamina NRE sebagai pionir perdagangan kredit karbon di IDXCarbon pertama kali memperdagangkan kredit karbonnya yang bersumber dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) area Lahendong unit 5 dan 6.

Kali ini, Pertamina NRE kembali menerbitkan kredit karbon dari proyek yang berbeda, yaitu pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang dikelolanya.

Indira menjelaskan, kredit karbon ini berkontribusi dalam bentuk aksi kampanye bersama pengurangan emisi karbon melalui Livin’ Planet dalam aplikasi Livin’ by Mandiri. Kampanye ini juga menggandeng Jejakin dalam perhitungan karbonnya.

Melalui kampanye ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep carbon offset, yaitu mekanisme kompensasi atas emisi karbon yang dihasilkan dengan pembelian kredit karbon yang mendukung proyek-proyek penurunan emisi yang telah terverifikasi.

Baca juga: RI perkuat aturan perdagangan karbon hutan lewat Permenhut 6/2026

“Ketika seseorang melakukan offsetting, sesungguhnya ia sedang mendukung proyek nyata seperti pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei,” kata Indira.

“Di situlah esensi dari transisi energi, bagaimana setiap langkah kecil dapat dikonversi menjadi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Peluncuran kampanye tersebut, lanjut Indira, juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi publik terkait pasar karbon sekaligus membangun ekosistem yang inklusif dan kredibel.

“Dengan menghadirkan akses yang lebih luas kepada masyarakat, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif publik dalam menjawab tantangan global menuju target Net Zero Emission Indonesia 2060,” kata dia.

Baca juga: KKP pacu upaya implementasi NEK sektor kelautan dan perikanan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.