Melihat aksi brutal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku kecewa. Ia pun menilai aksi oknum pemain tersebut sudah masuk ke dalam ranah penganiayaan yang disengaja.
“Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi," kata Sahroni dalam keterangannya, dikutip Selasa 20 April 2026.
Menurut Sahroni, tendangan Kungfu tersebut bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan.
"Jadi harus diusut pidananya. Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir," kata Sahroni.
Sahroni menilai Bhayangkara FC harus mengambil sikap tegas terhadap oknum pemain tersebut sebagai bentuk tanggung jawab menjaga marwah olahraga.
“Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan," kata Sahroni.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·