Teror pembakaran di Matraman Jaktim resahkan warga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Aksi teror pembakaran di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim), meresahkan warga pada Minggu (10/5) dini hari.

Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru Ramdani mengatakan pembakaran itu terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Warga mulai curiga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) dari beberapa titik memperlihatkan sosok pria yang sama berkeliaran dan menyulut api di area permukiman.

"Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, 'Oh iya itu anak saya'," kata Ramdani di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, setelah keberadaan terduga pelaku diketahui warga, massa dari beberapa wilayah langsung mendatangi lokasi rumah pelaku.

Warga yang datang itu berasal dari RW 03, RW 04, RW 05 serta RW 06. Mereka merasa resah dengan serangkaian aksi pembakaran tersebut.

"Warga itu dari tiga RW kemungkinan, RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3 juga ada. Setelah diketahui terduga ini ada di daerah sini, orang dari mana-mana nujunya ke sini," ujar Ramdani.

Baca juga: Dua warga alami luka bakar akibat kebakaran laundry di Kelapa Gading

Meskipun situasi sempat memanas, Ramdani memastikan warga masih bisa menahan diri sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Terduga pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Alhamdulillah, bisa diredam dan pelaku bisa diamankan. Tidak ada pukulan dan sebagainya, bisa aman, karena di sini sudah banyak orang, dikhawatirkan anak ini tidak terjamin keamanannya, akhirnya dibawa ke Polsek," jelas Ramdani.

Dia pun menyebutkan terduga pelaku itu merupakan seorang remaja yang baru lulus kuliah dan dikenal tertutup di lingkungan tempat tinggalnya. Pria yang akrab dipanggil A (24) itu disebut jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

"Remaja, baru lulus kuliah. Umurnya sekitar 24 tahunan. Orangnya tertutup, jarang keluar, tidak berbaur dengan remaja lainnya," ucap Ramdani.

Dia memaparkan jika A tinggal bersama ibu dan adiknya. Sementara sang ayah disebut sudah sekitar dua tahun tidak diketahui keberadaannya.

Warga juga menduga terduga pelaku memiliki gangguan psikologis atau depresi. Dugaan itu muncul dari cara pelaku melakukan aksinya yang dinilai tidak biasa.

"Kita ada anggapan ke situ. Soalnya, setelah dia eksekusi, api sudah nyala, dia balik lagi, dicek. Kalau niatnya mau bakar sekaligus kan biasanya langsung kabur, tapi ini dicek lagi, 'Oh sudah nyala belum?' begitu," ujar Ramdani.

Selain itu, sasaran pembakarannya juga disebut bukan rumah secara langsung, melainkan barang-barang yang mudah terbakar di sekitar permukiman, seperti sampah, terpal, dan pakaian yang tergantung dekat bangunan warga.

Baca juga: Ada warga alami luka bakar akibat kebakaran rumah di Ciracas Jaktim

Sebelumnya, pembakaran tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @beritamatraman. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berjalan di kawasan Pisangan Baru sebelum menyulut api di sebuah warung, lalu melarikan diri.

Api tersebut dapat dipadamkan warga sebelum membesar dan merembet ke bangunan lain. Namun, rekaman CCTV di lokasi berbeda juga memperlihatkan dugaan aksi serupa sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Teror pembakaran yang diduga dilakukan seorang pria ternyata bukan hanya satu tempat. Kejadian membuat warga di Pisangan Baru resah," demikian narasi dalam unggahan tersebut.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif pembakaran tersebut, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan terduga pelaku.

Baca juga: Pelaku bakar istri di Jatinegara residivis kasus pengeroyokan

Baca juga: Pacar nekat bakar rumah mantan di Jagakarsa karena tak rela putus

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.