Komdigi Koordinasi dengan Polri Usut Markas Judi Online Hayam Wuruk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Komunikasi dan Digital meningkatkan pengawasan aktivitas judi online setelah adanya penggerebekan markas yang melibatkan ratusan warga negara asing di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengonfirmasi langkah koordinasi intensif dengan Kepolisian Republik Indonesia pada Senin malam, 11 Mei 2026.

Upaya penanganan kasus ini dilakukan melalui kolaborasi antara tim pengawasan ruang digital pemerintah dengan aparat penegak hukum. Penggerebekan di Hayam Wuruk tersebut kini menjadi fokus penyelidikan untuk membongkar jaringan yang lebih luas, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

"Kami terus berkoordinasi dengan Polri, tim kami di bawah pengawasan ruang digital juga terus berkoordinasi dengan Polri," ujar Meutya kepada awak media usai menghadiri peresmian pengoperasian satelit Nusantara Lima di Jakarta, Senin malam (11/5/2026).

Meutya menjelaskan bahwa otoritas kepolisian memegang kendali penuh dalam menyampaikan rincian hasil investigasi kepada publik. Hal ini disebabkan karena status perkara yang masih berada dalam koridor hukum formal kepolisian.

"Karena dalam proses penyelidikan saat ini, ini akan lebih banyak diumumkan oleh Polri setiap perkembangannya. Jadi kita tunggu hasilnya," katanya.

Di samping penanganan kasus spesifik, pembersihan ruang digital dari konten perjudian terus dilakukan secara masif oleh kementerian terkait. Pemerintah mengeklaim telah melakukan pemutusan akses terhadap jutaan situs yang terindikasi memfasilitasi praktik ilegal tersebut.

"Kita per hari 3 juta lebih situs yang kita turunkan," ungkapnya.

Penindakan tegas di lapangan dipandang sebagai representasi komitmen kuat negara dalam memutus rantai operasional judi daring. Meutya menyebut sinergi antarlembaga menjadi kunci utama karena kompleksitas jaringan yang dihadapi saat ini.

"Ini bukti bahwa pemerintah serius. Dan ini juga bukti bahwa kita saling bekerja sama antarinstansi untuk kemudian bisa menanggulangi ini bersama," kata Menkomdigi.

Cakupan operasional kelompok perjudian ini disinyalir telah menembus batas negara dan melibatkan berbagai aktor internasional. Penegasan mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan domestik terus ditekankan guna menghadapi skala ancaman yang luas tersebut.

"Kita tahu bahwa ini jaringan yang cukup luas sampai ke internasional. Karena itu berbagai stakeholder di dalam negeri juga perlu bergandengan tangan," pungkasnya.