Tersangka Penembakan Makan Malam Gedung Putih Kumpulkan Senjata Bertahun&tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seorang pria bernama Cole Tomas Allen (31) dituduh melakukan aksi penembakan pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih setelah mengumpulkan berbagai persenjataan secara rahasia selama beberapa tahun terakhir. Penegak hukum mengungkapkan bahwa tersangka membeli senjata api dari sejumlah dealer di California sebelum meluncurkan serangan tersebut.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, profil intelijen menunjukkan bahwa Allen membeli senapan pompa Maverick kaliber 12 di Torrance pada Agustus 2025 dan sebuah pistol semi-otomatis pada Oktober 2023. Allen, yang merupakan lulusan teknik mesin dari Caltech, dilaporkan sempat menempuh perjalanan lintas negara menggunakan kereta api Amtrak dari Los Angeles menuju Washington sebelum melakukan aksinya.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche, menyampaikan pada hari Minggu (26/4/2026) bahwa tersangka sempat menginap di Washington Hilton selama beberapa hari. Blanche menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan Allen sengaja menargetkan para pejabat administrasi pemerintah dalam serangan tersebut.

"I rasa narasi di sini bukan tentang mengubah undang-undang," kata Todd Blanche, Pelaksana Tugas Jaksa Agung.

Pernyataan tersebut merespons tekanan publik untuk memperketat protokol keamanan pada moda transportasi kereta api karena tidak adanya kewajiban bagi penumpang untuk melaporkan kepemilikan senjata api. Blanche menambahkan bahwa pihak berwenang masih mendalami metode yang digunakan Allen untuk membawa senjata tersebut melewati batas negara bagian.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa tersangka memiliki catatan pemikiran yang penuh kemarahan dalam sebuah manifesto. Trump menyebutkan adanya indikasi motif kebencian yang mendalam di balik tindakan kriminal tersebut.

"Dia menyimpan banyak kebencian di hatinya untuk waktu yang cukup lama," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga menyoroti aspek latar belakang keyakinan dalam motif penyerangan tersebut berdasarkan laporan media yang ia terima. Ia menyatakan bahwa manifesto Allen menunjukkan sentimen negatif terhadap kelompok agama tertentu.

"Itu adalah hal yang berkaitan dengan agama, sangat anti-Kristen," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain itu, Trump menyampaikan informasi dari kepolisian New London, Connecticut, yang menerima keterangan dari saudara laki-laki tersangka mengenai kondisi mental Allen. Pihak keluarga disebut telah menyadari adanya kesulitan besar yang dialami oleh tersangka sebelum peristiwa ini terjadi.

"Keluarganya mengatakan dia mengalami kesulitan besar," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menilai seharusnya ada laporan yang lebih tegas dari pihak keluarga terkait kondisi manifesto dan perilaku tersangka kepada otoritas berwenang. Namun, ia menyadari bahwa melaporkan anggota keluarga sendiri merupakan hal yang kompleks bagi masyarakat.

"Mungkin mereka seharusnya melaporkannya sedikit lebih keras, mungkin, tetapi itu hal yang sulit dilakukan, saya kira," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Saat ini Cole Tomas Allen menghadapi dakwaan federal atas penggunaan senjata api selama kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal. Tersangka yang saat ini tidak kooperatif dengan penyidik dijadwalkan akan menjalani persidangan di pengadilan federal Washington pada hari Senin.