Therion DNA nilai pencegahan narkoba tak berhenti pada edukasi formal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Komunitas pengguna vape, Therion DNA Indonesia, menilai upaya pencegahan penyalahgunaan zat terlarang seperti narkoba tidak boleh berhenti pada edukasi formal.

Presiden Therion DNA Indonesia Agung Heri Hartaji mengatakan pencegahan perlu dilanjutkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui kesadaran individu dan tanggung jawab kolektif di berbagai lingkungan, termasuk komunitas.

"Komunitas menyadari sepenuhnya bahwa lingkungan sosial memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba," ucap Agung dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Terlebih, kata dia, akhir-akhir ini perhatian publik terhadap isu penyalahgunaan vape alias rokok elektrik cukup tinggi.

Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, Therion DNA Indonesia percaya dapat mengambil peran aktif mengedukasi masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Untuk itu, komunitas menggandeng Badan Narkotika Kabupaten Bekasi telah menggelar pelaksanaan tes urine di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4).

Agung menyampaikan harapannya agar kegiatan positif tersebut mampu membangun kesadaran di masyarakat untuk turut saling menjaga dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika

“Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai klaim atau pembuktian tertentu. Kami memandangnya sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan mendukung deteksi dini melalui pendekatan yang berbasis partisipasi komunitas," ujar dia.

Ketua pelaksana kegiatan tes urine, Enggar Dwi Pambudi menyampaikan kegiatan tersebut merupakan refleksi dari kesadaran internal komunitas sebagai upaya membangun lingkungan komunitas yang sehat dan bebas narkoba sekaligus mencegah penyalahgunaan zat terlarang.

“Kegiatan ini lahir dari kesadaran kami sebagai komunitas untuk saling menjaga. Upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara sukarela dalam lingkungan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama," ujar Enggar.

Perwakilan Badan Narkotika Kabupaten Bekasi Flavianus Aka turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh komunitas. Inisiatif yang datang dari komunitas secara sukarela seperti itu, menurutnya, merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan zat terlarang.

"Pendekatan berbasis kesadaran dan edukasi perlu terus didorong di berbagai lapisan masyarakat," tutur Flavianus.

Adapun Therion DNA Indonesia menginisiasi pelaksanaan tes urine narkoba tersebut secara sukarela melalui kegiatan Halalbihalal Vapers with Therion DNA Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Wargas, Bekasi itu diikuti oleh 50 konsumen rokok elektrik yang berpartisipasi secara sukarela. Pelaksanaan tes urine dilakukan sebagai bagian dari kegiatan edukasi serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan zat terlarang.

Selain pelaksanaan tes urine, acara juga diisi dengan sesi edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat terlarang atau narkoba serta pentingnya menjaga gaya hidup yang sehat.

Melalui inisiatif tersebut, komunitas berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih bertanggung jawab serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan yang edukatif, kolaboratif, dan berbasis kesadaran.

Baca juga: Menko PM nilai harus ada regulasi yang jelas soal penyalahgunaan vape

Baca juga: BNN Sumsel edukasi warga waspadai peredaran vape mengandung narkoba

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.