Kegagalan Gabriel Magalhaes dalam mengeksekusi tendangan penalti penentu pada babak adu penalti membuat Arsenal harus merelakan gelar juara Liga Champions setelah ditumbangkan oleh Paris Saint-Germain (PSG) pada Sabtu (30/5).
Kekalahan dramatis tersebut memicu tanda tanya besar dari legenda klub Arsenal, Thierry Henry, yang menyoroti penunjukan sang bek tengah sebagai algojo kelima.
Sebelum kegagalan Gabriel yang melambungkan bola jauh di atas mistar gawang, Arsenal sempat mendapat harapan setelah kiper David Raya menggagalkan tendangan Nuno Mendes, meskipun Eberechi Eze juga gagal mencetak gol.
Thierry Henry menyatakan pandangannya mengenai keberanian sang pemain, namun ia tetap terkejut dengan urutan penendang yang ditentukan oleh tim kepelatihan Arsenal.
"I always say when you go and take the penalty I will always have respect for you," kata Thierry Henry kepada CBS Sports.
Henry kemudian mempertanyakan proses pemilihan Gabriel yang menempati posisi krusial dalam struktur penendang penalti pada laga final tersebut.
"I don't know why he went, I don't know how he arrived to be the fifth guy but he went," ujar Thierry Henry.
Meskipun demikian, Henry tetap memberikan apresiasi atas performa defensif kokoh yang ditunjukkan oleh pemain internasional Brasil itu sepanjang pertandingan melawan lini serang PSG.
"How he played all season and tonight was immense. But he missed it. But he didn't hide," tutur Thierry Henry.
Di sisi lain, mantan gelandang Inggris Steven Gerrard turut memberikan kritik keras terhadap teknik penalti Eberechi Eze yang melakukan gerakan tersendat sebelum melepaskan tembakan melebar.
"Think about the magnitude of the game, the stadium, the atmosphere, it's hard enough without any of that nonsense. Put you foot through it, back your technique," kata Steven Gerrard.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·